BNI Gandeng BKPM Fasilitasi Perijinan Investasi Nasabah JRB
Rabu, 03 April 2013 00:19

(JAKARTA) Hingga kini Indonesia masih menjadi tujuan favorit investasi bagi Jepang, namun dalam proses penanaman modal masih banyak kesulitan dijumpai. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Bank Negara Indonesia (BNI) menjalin kerjasama untuk mempermudah investor Negeri Sakura masuk ke Indonesia.
“BNI kami pilih karena reputasinya, total aset Rp300 triliun dan menduduki peringkat ke-4 di Indonesia, apalagi jaringan di luar negeri cukup luas. BNI sudah memiliki cabang di London, New York, Tokyo, Hongkong dan Singapura sehingga bisa untuk promosi investasi,” ungkap Muhamad Chatib Basri, Kepala BKPM pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman, Selasa (02/03).
Melalui kerjasama ini, BKPM berharap bisa melakukan promosi bersama BNI dan memanfaatkan jaringan nasabah luar negeri yang sudah dimiliki. Selain itu memfasilitasi pengusaha Jepang yang berniat menanamkan modalnya di Indonesia agar lebih mudah dalam proses perijinan, pengurusan lahan dan masalah lain.
Chatib menambahkan, “Tahun lalu investasi dari Jepang mencapai USD2,5 miliar, menduduki peringkat dua terbesar di bawah Singapura. Kerjasama ini diharapkan bisa mempermudah pengusaha jepang yang ingin menanamkan modal.”
Sementara itu, Gatot M Suwondo menyatakan,”MoU antara BNI dan BKPM dapat menjadi strategic alliance yang dapat memudahkan pengusaha Jepang untuk merealisasikan relokasi usahanya ke Indonesia. Dengan relokasi itu, upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru akan terbantu.
BNI sejak 2008 telah memperluas infrastruktur di mancanegara. Jika sebelumnya memfasilitasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berjumlah sekitar 8 juta orang, kini juga menjadi jembatan bagi Indonesia dengan dunia dari segi investasi. Bahkan BNI meminjam tagline BKPM, yakni ‘Welcome to Remarkable Indonesia, Paradise for Investment and Tourism.’
Cabang BNI yang di Tokyo sudah didekati 120 Japan Regional Bank, JRB (semacam Bank Pembangunan Daerah di Jepang), dari jumlah itu sudah ada 46 bank yang bekerjasama. Sebanyak 1200 nasabah korporasi di bank regional Jepang kini sudah bekerja sama dengan BNI.
Bahkan sekitar 1100 Usaha Kecil Menengah (UKM) dari berbagai industri, seperti elektronik dan pertanian berminat masuk ke Indonesia. Sebagai tindak lanjut sudah ada rencana pengembangan kawasan industri di Karawang dengan Kota Industri Suryacipta.
Lebih lanjut Gatot menambahkan, kategori dari BNI untuk usaha kecil hingga USD1 juta, menengah di atas USD1 juta hingga USD10 juta.

