Sumitomo Jajaki Akuisisi BTPN Senilai US$ 1,3 Miliar


(JAKARTA) Sumitomo Mitsui Banking Corp sedang dalam pembicaraan lebih lanjut untuk proses akuisisi saham PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk (BTPN) senilai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp11,6 triliun.


Sumitomo Mitsui Banking Corp (SMBC) kini sedang melakukan negoisasi untuk membeli 40% saham BTPN milik Texas Pacific Group (TPG) Capital, private equity asal Amerika Serikat (AS). Pembelian saham sejumlah ini mempertimbangkan peraturan baru Bank Indonesia (BI) soal batas kepemilikan saham asing di bank.


“TPG bakal meraih keuntungan yang besar dari penjualan BTPN. Pada 2008, TPG mengakuisisi 71,6% saham BTPN senilai USD 195 juta. Namun, pada 2010, kepemilikan TPG berkurang menjadi 58,5% setelah rights issue BTPN,” ungkap Reuters dalam laporannya.


Langkah SMBC mengambilalih BTPN ini diambil melihat sektor jasa keuangan Indonesia yang sedang mengalami pertumbuhan pesat mengikuti pertumbuhan ekonomi.


Nilai saham BTPN telah naik 10 kali lipat sejak diakuisisi TPG pada 2008 silam. Nilai BTPN kini mencapai USD2,9 miliar atau sekitar Rp28 triliun. Bank yang didirikan pada 1958 ini fokus menggarap pasar pensiunan dan usaha mikro (UKM). BTPN kini memiliki lebih dari 10.000 cabang dan 19.000 pegawai.


Selain Sumitomo, bank lain asal Jepang, Mitsubishi UFJ Finansial Group Inc juga telah berbicara dengan TPG tentang akuisisi BTPN.


Jika negosiasi ini berhasil akan memberikan SMBC pijakan kokoh di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat pesat. Peluang pasar pun masih terbuka lebar, kini hanya sekitar 20% penduduk usia produktif Indonesia memiliki rekening bank, jauh di bawah Australia dan Selandia Baru yang mencapai 100%. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan tumbuh 6,2% pada 2013, melejitkan permintaan akan pinjaman perorangan dan perusahaan.


Bank-bank asal Negeri Sakura kini gencar mengakuisisi perusahaan di luar negeri untuk menaikkan pertumbuhan bisnis. Ini dilakukan karena sektor keuangan di Jepang tidak begitu bagus sebagai dampak deflasi panjang.