Fujitsu Luncurkan Produk AC Premium untuk Segmen Residensial

(Jakarta-Indonesia) Fujitsu General Ltd, Kamis (11/10) silam meluncurkan 2 tipe AC segmen residensial, Single Split Tipe JLC dan LUC series sesuai brand image Fujitsu di kelas premium.

“Market menengah ke bawah sudah ramai, jadi kami mencari pasar yang sesuai dengan brand image Fujitsu. Target pasar kami memang menengah ke atas, dan sejak awal nama Fujitsu sendiri sudah identik dengan brand kelas premium”, ujar Leman, Presiden Direktur PT Planet Electrindo.

Leman juga menegaskan, sebelumnya Fujitsu telah berhasil menguasai segmen commercial building (bangunan komersial) sejak tahun 2001, namun sekarang, seiring perkembangan perekonomian Indonesia, Fujitsu melihat banyak peluang di segmen residensial kelas menengah ke atas.

Fujitsu telah meluncurkan sejumlah AC untuk segmen bangunan komersial, seperti jenis wall mounted (ASYG09LU, ASYG12LU, ASYG14LU), Compact cassette (dipasang di langit-langit gedung, tipe AUYA), dan Floor/Ceiling Universal (tipe ABYF), dan telah menempatkan produk single split dan muti split di sejumlah bangunan komersial, antara lain Hotel Ritz Carlton, Novotel Makassar, Ciputra World, dan Hotel Mulia Bali.

“Sekarang banyak sekali bermunculan perumahan, apartemen dan hotel-hotel yang umumnya menggunakan ukuran 1 hingga 1,5 PK, sehingga kami membidik pasar itu. Sasaran market kita sedang menuju ke arah yang lebih besar”, tambahnya.

Dengan meluncurkan 2 tipe AC terbaru ukuran 1 hingga 1,5 PK, Ishikawa Keichi, Managing Director Fujitsu General Asia menyatakan Fujitsu ingin memperkuat product branding AC untuk pasar residensial dan akan terus memperluas serta memperkenalkan Fujitsu kepada masyarakat Indonesia”, ujar Ishikawa.

Leman juga memperkirakan dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, Fujitsu akan masuk 5 besar merek AC residensial berkelas premium di Indonesia. “Kalau ditanya kapan mau masuk 5 besar sih maunya sekang juga, namun kalau melihat pasar Indonesia yang masih cukup besar, kami yakin dalam 3 hingga 5 tahun ke depan dapat tembus 5 besar.”

Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meregulasi penggunaan energi, kedua tipe AC terbaru Fujitsu ini menggunakan teknologi inverter, dengan waktu penyampaian data dari outdoor ke indoor hanya berselang 20 detik, sehingga lebih efisien. Selain itu, 20 persen lebih cepat dingin dan hemat listrik.

Namun, kedua AC tipe baru ini dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan merek lain, mulai dengan kisaran harga 5 jutaan untuk ukuran 1 PK dan 6 jutaan untuk 1,5 PK. Simon Tannu Winarto, Branch Manager PT Planet Electrindo menjelaskan, tingginya harga dikarenakan komponen dalam produk tidak dihilangkan, sehingga memiliki kualitas yang sama di setiap negara sesuai standar di Jepang.

“Produk Fujitsu tidak membedakan negara, komponen produk Fujitsu di seluruh dunia sama dan tidak ada yang dikurangkan atau dilebihkan, misalnya saja pada 2 produk baru terdapat pemanas, tapi karena tidak sesuai dengan iklim dan daerah, kami tidak mengaktifkannya. Fujitsu memiliki standar sendiri, karena itu kami tidak berpikir untuk menurunkan harga atau membuang komponen”, ujarnya.

Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar ke-3 di Asia, memiliki jumlah presentase pemakai AC yang diperkirakan hanya sekitar 7 hingga 10 persen pada tahun 2011, menjadi salah satu alasan Fujitsu menargetkan Indonesia sebagai target pasar ke-4 terbesar di Asia.

William Pranoto, Chief Commissioner PT. Planet Electrindo, Exclusive Distributor untuk Fujitsu AC di Indonesia mengungkapkan, penjualan rata-rata produk 3 bulan terakhir untuk AC keseluruhan, sebanyak 200 unit, dan diperkirakan tahun ini dapat mencapai 2 juta unit.

“Untuk tahun depan kami juga menargetkan penjualan naik 15 hingga 20 persen atau sekitar 2,3 hingga 2,4 juta unit, hal ini semakin membuka kesempatan untuk masuk 5 besar sebagai produsen AC di Indonesia”, tambah William.

Sejak tahun 1980, PT Planet Electrindo telah bertindak sebagai distributor memasarkan produk-produk Fujitsu, dan hingga sekarang, telah memiliki 10 kantor cabang dan 500 dealer di Indonesia. Sementara, selain di Jepang, Fujitsu juga memiliki 2 buah pabrik di Asia, yakni China, dan Thailand.

“Kami belum ada rencana membangun pabrik di sini. Saat ini masih banyak yang harus dipertimbangkan dan kami masih fokus memperluas pasar”, ungkap Ishikawa sat ditanya rencananya membangun pabrik di Indonesia.

Sementara, AC seri JLC (ASAG-09/12JLCA) dan LUC (ASY-G09/12LUCA) sudah didistribusikan mulai minggu ini. (AV)