RBO dan Veritrans Menjadi Rekanan Pembayaran

(JAKARTA) Transaksi yang mudah dan aman, merupakan salah satu hal yang penting dalam bisnis, terutama e-commerce. Hal inilah yang mendorong, Rakuten Belanja Online (RBO), meninggalkan sistem transaksi online Doku dan beralih ke Veritrans yang mulai diterapkan pada bulan ini.


"Kerjasama ini dimulai dengan dasar chemistry dan kepercayaan dengan co-founder PT Midtrans (Veritrans Indonesia), Ryu Kawano. Ketika Ryu menjelaskan mengenai sistem ini, ternyata kami memiliki visi yang sama," ungkap CEO RBO Inaba Ryota.


Menurut Inaba yang akrab disapa Popeye, sistem pembayaran ini akan mendukung platform baru dari Rakuten yaitu E-commerce Global yang dirilis pada Juni 2013. "Kami menangani konsumen, mulai dari kunjungan, pencarian barang, dan pertimbangan pembelian, sementara pemeriksaan pembayaran sepenuhnya diakomodasi Veritrans," ujarnya.


Sistem pembayaran online ini terbilang masih baru di Indonesia, namun memiliki reputasi sekitar 10 tahun di Jepang. Veritrans mulai dirintis pada 2012 silam oleh Midtrans dan bermitra dengan perusahaan pembayaran online Jepang, Veritrans Inc, dan perusahaan e-commerce Jepang, Netprice.com.


Ryu Kawano, Presiden Direktur Midtrans mengatakan, "Sistem ini baru ada sekitar tujuh bulan dan telah digunakan beberapa merchant di antaranya BlitzMegaplex, Berrybenka, Bandistro, Golfclick dan lain-lain. Sementara kontrak kerjasama dengan RBO dimulai enam bulan lalu." Kita menjanjikan kemudahan transaksi online, bagi merchant dan customer, juga menjamin keamanan transaksi kartu kredit online, tambahnya.


Veritrans mengusung teknologi Veritrans di Jepang, dan bekerjasama dengan Retail Decisisions (ReD) yang memiliki sistem deteksi penipuan dan verifikasi 3D secure, sehingga aman bagi merchant maupun pelanggan. Selain itu, tagihan biaya setiap merchant cukup terjangkau, yaitu 4%+2.200 per transaksi.


Sementara, untuk platform baru yang diterapkan RBO merupakan salah satu strategi untuk memberikan kemudahan agar pelanggan tetap loyal. "Jika pelanggan tidak mudah mendapatkan barang yang mereka cari, kita bisa kehilangan mereka," kata Hashimoto Yasunobu, Director RBO. Platform ini, katanya pertamakali diaplikasikan di Rakuten Malaysia pada 2012 silam. "Jika diaplikasikan di RBO yang terbesar di Asia Tenggara, dengan 500 merchant dan 400.000 produk, dan merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara, dipastikan penjualan akan luar biasa."


Rakuten Belanja Online mencatat penjualan berat kotor (bruto) merchant meningkat 115% dan paid order 257% pada periode April 2012 hingga April 2013. Sementara jumlah merchant naik hingga 129%. Kuartal pertama tahun 2013, laba meningkat 20% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.