Sritex Pasok Produk Tekstil untuk Uniqlo

(JAKARTA) Seiring ekspansinya ke Indonesia, Uniqlo ritel pakaian terkemuka yang berkantor pusat di Tokyo merangkul industri garmen lokal untuk memasok tekstil. Perusahaan tekstil asal Sukoharjo, Jawa Tengah PT Sri Rejeki Isman Tbk, atau Sritex meraih kontrak selama tiga tahun.


"Uniqlo memang sudah dari tahun kemarin kita dapatkan kontraknya dengan nilai yang cukup besar dalam tiga tahun ke depan, ungkap Iwan Setiawan , Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) pada Senin (17/06).


Produksi tektil SRIL akan diekspor ke Jepang dan selanjutnya Uniqlo membuat berbagai jenis pakaian dari bahan tersebut. "Potensinya sangat baik untuk ke ke depan, karena kami main supplier di Indonesia (untuk Uniqlo)," tambahnya.


Kontrak kerja sama Sritex dengan Uniqlo pada tahun ini mencapai US$25 juta. Sedangkan, potensi kerja sama hingga 2015 diperkirakan mencapai nilai kontrak US$100-US$150 juta.


Sementara itu, Allan Moran Severino, Direktur Sritex mengatakan pihaknya telah memasuki pasar Jepang sejak tahun lalu.


Allan menambahkan target pendapatan perusahaan tahun 2013 sebesar Rp 4,8 triliun. Sritex menargetkan laba bersih tahun ini sebesar Rp 330 miliar naik dari laba tahun lalu sebesar Rp 229 miliar. "Kinerja kuartal I tahun 2013 perseroan sudah sesuai dengan target," kata Allan.


Sritex selama ini terkenal sebagai pemasok seragam militer produk garmen seperti seragam militer, seragam untuk korporasi, institusi, pakaian olahraga, serta pakaian dengan merek-merek internasional. Sritex telah memasok seragam militer ke lebih dari 30 negara di antaranya Jerman, Austria, Swedia, Belanda, dan Kroasia.


Produksi seragam militer mencapai 50 persen dari total produksi, sedangkan setengahnya lagi memproduksi fashion. Merek-merek terkenal yang diproduksi seperti Zara, JCPenney, dan Timberland.