Kanebo Tarik Produk Kosmetik dari Pasar

(JAKARTA) Keluhan dari konsumen memicu Kanebo Cosmetics Inc, produsen kosmetik dari Jepang menarik secara sukarela produk pemutihnya untuk menjaga kualitas.


Inisiatif penarikan dilakukan setelah adanya laporan dari konsumen di Jepang yang mengeluhkan adanya bercak putih pada kulit setelah pemakaian. Kanebo Cosmetics Inc akan menarik kembali losion wajah dan emulsi yang sudah terjual di pasaran domestik serta di seluruh dunia. Perusahaan menduga, keluhan konsumen itu terkait dengan zat kimia 4-(4-hydroxyphenyl)-2-butanone, atau nama ilmiahnya Rhododenol.


PT Aneka Inti Wangi, distributor kosmetik Kanebo di Indonesia juga melakukan penarikan produknya di Indonesia. Vinny, Marketing PT Aneka Inti Wangi ketika dihubungi, Rabu (10/07) menyatakan, "Sebagai layanan kepada konsumen, kami melakukan penarikan dan refund 54 produk bahkan yang sudah dipergunakan. Penarikan dilakukan meskipun hanya 9 produk yang beredar di Indonesia ."

Kosmetik Kanebo di Indonesia menyasar kalangan menengah ke atas dan dipasarkan ke supermarket seperti SOGO dan Metro. Selain di Jakarta, produknya juga tersebar di kota-kota besar lain seperti Bali dan Medan.


Ada 54 daftar produk pemutih di Jepang yang ditarik sukarela karena kandungan Rhododenol. Dari sejumlah produk itu baru 9 buah yang dipasarkan di Indonesia.


Produk yang dipasarkan di Indonesia yakni Blanchir Superior White Deep Night Conditioner I 45 g, Blanchir Superior White Deep Milky Conditioner I 100 ml, Blanchir Superior White Deep Clear Conditioner II 280 ml, Blanchir Superior White Deep Clear Conditioner I 280 ml, Impress IC White Emulsion II 200 ml, Impress IC White Emulsion I 200 ml, Impress IC White Lotion II 125 ml, Impress IC White Lotion I 125 ml dan Impress Granmula Lotion 150 ml.

Vinny menambahkan dari 9 produk, 8 di antaranya adalah produk yang baru diluncurkan dua bulan silam. Sementara satu produk, Impress Granmula Lotion telah beredar selama satu tahun.

Sebagai layanan pengaduan konsumen, PT Aneka Inti Wangi membuka hotline dan email, namun hingga kini belum ada keluhan yang diterima. Sejauh ini keluhan tidak ditemukan di luar Jepang. Bahkan Taiwan sebagai negara dengan pengguna Kanebo terbesar kedua pun tidak ada. Sebagai langkah pencegahan, perusahaan juga memberikan informasi kepada pelanggan untuk menghentikan penggunaan atau melakukan substitusi produk.