G-Shock di Indonesia Targetkan Penjualan Sepuluh Besar Global
Rabu, 04 Desember 2013 00:26
(Jakarta) Perusahaan Casio, produsen jam tangan G-Shock yang berlokasi di Tokyo menargetkan Indonesia dapat masuk sepuluh besar penjualan G-Shock secara global. Hal ini diungkapkan Yamaoka Atsushi , Manager Sales Planning Section Timepiece Department Overseas Marketing & Sales Division Casio Computer Co Ltd dalam acara konferensi pers 30 Tahun G-Shock dua pekan silam.
"Penjualan G-Shock di Indonesia cukup baik dibandingkan dengan negara-negara di Asia. Saat ini penjualan terbesar dipegang Amerika, Jepang kemudian China. Kami berharap tahun depan Indonesia bisa masuk ke dalam sepuluh besar penjualan secara global," katanya.
Salah satu strategi untuk mencapai hal ini, rencananya PT Kasindo Graha Kencana, distribusi resmi produk Casio akan membuka outlet produk G-Shock premium yang menyasar masyarakat kelas atas di Indonesia, selain juga merilis beberapa seri terbaru, di antaranya MTG-S1000, Master of G series, GW-9400, Rangeman Series, GD-X6900, yang sudah tersedia di pasaran pada bulan ini.
"Kita berencana akan membuka outlet premium di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Hal ini sudah dalam pembicaraan dan mudah-mudah bisa segera terealisasi," ujar Muliadi Toh, Marketing Director Timepiece Division Kasindo Graha Kencana.
Sejak diproduksi pertama kali pada 1983 silam jam tangan ini telah terjual hingga 65 juta buah. Dari jumlah tersebut Indonesia memberikan kontribusi sebesar tiga hingga empat persen.
Produk G-Shock yang dipasarkan di Indonesia sejak 1988 diimpor dari tiga pabrik Casio yaitu Jepang, Cina maupun Hongkong. Rencananya tahun depan, Kasindo Graha akan mulai memasok dari pabrik di Thailand.
Dalam kesempatan itu, hadir Ibe Kikuo (61) penemu G-Shock atau yang juga dijuluki Father of G-Shock. Selama tiga puluh tahun, di tangan Ibe, jam tangan ini telah mengalami banyak perkembangan baik teknologi maupun desain. Menurutnya agar tetap diterima di pasar yang menyasar anak muda, Ibe dan timnya kerap turun ke lapangan untuk mendengar masukan konsumen.
"Saya mulai menciptakan jam tangan ini 32 tahun lalu, dan waktu itu berpikir bagaimana membuat suatu produk dengan kualitas kuat, yang tidak rusak biarpun jatuh. Namun waktu semakin modern, jadi agar tetap bertahan di pasar, kami selalu meminta masukan dari konsumen terkait dengan desain dan teknologi yang mereka butuhkan," ungkapnya.
| BERITA MEMO BISNIS LAINNYA |
