Hoyu Siap Berkompetisi di Pasar Pewarna Rambut 2014

(Jakarta) PT Hoyu Indonesia, produsen pewarna rambut asal Jepang telah menyiapkan strategi menghadapi pasar pewarna rambut yang diprediksi akan semakin kompetitif tahun depan. Perusahaan berkantor pusat di Tokyo ini berencana menambah jajaran produknya dengan merilis beberapa produk baru di 2013.


"Tahun depan kami prediksi pasar produk pewarnaan rambut akan lebih kompetitif karena banyak merek baru yang masuk ke pasar Indonesia. Hoyu juga akan meluncurkan produk pewarna rambut yang berkualitas dengan pilihan warna lebih variatif," ungkapnya, dan menambahkan persepsi konsumen Indonesia perlahan-lahan mulai bergeser yang sebelumnya rambut indah selalu berwarna hitam, menjadi rambut indah adalah rambut sehat, lembut, mudah diatur apapun warna rambutnya, juga menjadi alasan produk pewarna rambut semakin dilirik.


Saat ini, Hoyu mengandalkan produk Bigen Powder Hair Dye untuk bersaing di pasar pewarnaan rambut. Produk penghitam rambut atau untuk menutupi uban yang menyasar kaum wanita maupun pria ini, memberikan kontribusi penjualan terbesar dibandingkan produk Hoyu lainnya, karena penetrasi di pasar sudah sejak lama.


"Bigen Powder sudah lama ada di pasar, sekitar 30 tahun dibandingkan dengan produk-produk lainnya, namun demikian produk Hoyu lainnya seperti Bigen Speedy, Prominous dan Bigen Silk Touch menunjukkan pertumbuhan penjualan 10 sampai 20 persen," ujarnya.


Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran produk Bigen kepada konsumen, rutin diadakan kegiatan Free Hair Coloring (FHC) Mass di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta. Dalam acara ini, pelanggan diajarkan cara memilih dan mewarnai rambut dengan mendatangkan ahli dari Jepang. FHC Mass telah dimulai sejak 2012 silam dan juga telah diselenggarakan pada Oktober silam.


Menurut Top Brand Award Survey 2013 yang diadakan oleh Frontier Majalah Marketing, posisi Hoyu saat ini berada di peringkat ketujuh dibandingkan dengan kompetitor. Persentase brand index produk Bigen naik 1,5 persen menjadi 5,7 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 4,2 persen.