Pedoman Terbaru Tekankan Postur Pertahanan Jepang Yang Lebih Aktif
Ditulis oleh Administrator Senin, 06 Desember 2010 00:49
(Tokyo-Jepang) Pemerintah Jepang diperkirakan segera mengungkapkan postur pertahanan terbaru, yang menekankan pada keamanan disekitar Pulau Nansei, Prefektur Okinawa, sementara di sisi lain bersikap fleksibel dalam menghadapi serangan gerilya, dan teroris, yang berarti tidak sekedar bersiap pada kemungkinan invasi dari luar.
Rancangan pedoman kebijakan mendatang yang diperlihatkan kepada media, Sabtu (04/12) silam menggunakan konsep baru, disebut "Kemampuan pertahanan dinamis" yang akan dinyatakan dalam Garis besar Program Pertahanan Nasional untuk tahun fiskal 2011 sampai 2015.
Dalam konsep pertahanan terbaru, Jepang juga akan meningkatkan kerjasama perthananan tidak hanya dengan Amerika Serikat, tapi juga dengan Korea Selatan, dan Australia.
Rancangan yang akan mendapat persetujuan kabinet pada akhir bulan ini, selain mengungkapkan kekhawatiran terhadap meningkatnya kemampuan militer Cina, dan pengembangan rudal, serta senjata nuklir Korea Utara, juga menghimbau agar dalam lima tahun kedepan dapat menekan pertumbuhan anggaran pengeluaran pertahanan Jepang menjadi nol persen, atau lebih rendah dibanding tingkat pada tahun fiskal 2009, karena situasi keuangan negara yang sedang krisis.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Bouei Shou), telah meminta kuota sebesar 155,000 personil untuk Angkatan Darat Pasukan Bela Diri (Rikujou Jieitai), lebih rendah dibanding permintaan awal yang sebanyak 157,000 orang, namun kemungkinan besar akan dikurangi lagi karena kuatnya permintaan dari Partai Demokrat (Minshu Tou/DPJ).
Rancangan pedoman pertahanan juga menjelaskan serangan teroris dan gerilya sebagai "ancaman baru," dan mengisyaratkan Jepang akan melakukan perubahan ke konsep kemampuan pertahanan yang lebih efektif, tangguh, dan multifungsional, guna membantu membendung ancaman terhadap keamanan kawasan, dan menghindari situasi yang dapat mengakibatkan terjadinya kekosongan kekuasaan di kawasan.
Untuk pelaksanaannya, Jepang berencana melakukan reformasi struktur rantai komando Pasukan Bela Diri, dengan harapan akan berfungsi lebih fleksibel, dan juga memperbaiki pelatihan harian, agar para personil dapat segera menangani berbagai situasi yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Pada bagian lampiran rancangan, dinyatakan Kementerian Pertahanan akan meningkatkan jumlah kapal selam Angkatan Laut Pasukan Bela Diri (Kaijou Jieitai) dari 16 unit menjadi 22 unit, dan mempercepat kajian pembelian pesawat tempur baru untuk Angkatan Udara Pasukan Bela Diri (Koukuu Jieitai).
Selanjutnya, Kementerian Pertahanan akan memasukkan biaya pembelian pesawat, yang kemungkinan besar pesawat tempur F-35, dalam permintaan anggaran untuk tahun fiskal 2012, setelah mengurangi daftar menjadi tiga jenis pesawat. Jenis pesawat lainnya yakni Eurofighter dari Eropa atau F/A dari Amerika Serikat.
Selain itu, juga akan diputuskan mengenai rancangan pedoman kebijakan untuk merevisi prinsip saat ini tentang keikutsertaan Pasukan Bela Diri dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, dan pembentukan entitas baru dalam pemerintahan untuk meningkatkan fungsi intelijen Kantor Perdana Menteri. (Arry Raymond/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|