9 Perusahaan Manufaktur Indonesia Selesai Ikuti Pelatihan Konsep Kerja Kaizen [11/12-19:00]
Minggu, 11 Desember 2011 19:30
(Jakarta-Indonesia) 9 perusahaan manufaktur, Jumat (09/12) di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, selesai mengikuti pelatihan dan seminar mengenai konsep kerja Kaizen, dalam proyek pengembangan sumber daya manusia, yang merupakan bagian program MIDEC (Manufacturing Industrial Development Center).
Dalam seminar ini, pihak Indonesia diwakili Kementerian Perindustrian, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor), dan AISI (Asosiasi Idustri Sepeda Motor Indonesia).
Sementara dari pihak Jepang, dihadiri perwakilan JETRO (Japan External Trade Organization), dan Kementerian Ekonomi , Perdagangan dan Industri (METI).
Proyek yang dilaksanakan sejak Juni sampai Desember ini, mengikutsertakan 9 perusahaan manufaktur, yang 100 persen modalnya dimiliki pengusaha Indonesia.
Proyek ini melatih konsep Kaizen (Perbaikan terus menerus-red) dan 5S, yakni Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seisou (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin), yang biasa diterapkan dalam perusahaan Jepang.
Program MIDEC (Manufacturing Industrial Development Center) merupakan salah satu bentuk kerjasama yang disepakati dalam perjanjian kemitraan Indonesia Jepang (IJEPA), untuk meningkatkan daya saing industri melalui pelatihan, pengiriman tenaga ahli, kunjungan kerja ke industri, seminar, dan pengkajian.
Nakajima Shozou, salah seorang perwakilan JETRO menyatakan, "Mulai dari sekarang, warga Indonesia bisa melaksanakan sistem kerja kaizen yang dilakukan secara independen dan berkelanjutan, tanpa harus dipimpin oleh warga Jepang."
Sementara Senior Director JETRO Jakarta Ichihara Katsunori menyatakan, ditemukannya cacat pada produk merupakan hal yang sangat penting dalam konsep Kaizen. Tidak ada kata berhenti dalam Kaizen. Jika tidak dilakukan secara terus menerus, maka tidak akan ada artinya. Kami harap perusahaan Indonesia juga bisa menerapkan konsep kerja Kaizen untuk mendorong perkembangan industri kendaraan dalam negeri.
Selanjutnya, proyek serupa juga akan kembali dilaksanakan pada tahun 2012. (II/JS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
