Harga Ikan Sidat Terus Naik Akibat Sedikitnya Hasil Tangkapan
Minggu, 25 Maret 2012 19:30
(Tokyo-Jepang) Harga ikan sidat yang terus naik akibat sedikitnya jumlah anak ikan sidat yang ditangkap, dan menanggapi hal ini, Kementerian Perikanan menyelenggarakan pertemuan untuk membahas langkah antisipasi pada Kamis (22/03) pekan silam.
Menurut berita yang dilansir Yomiuri Shimbun Jumat (23/03), Kementerian berniat melaksanakan proyek untuk meningkatkan jumlah ikan sidat dewasa dari telor yang diinkubasikan melalui rekayasa dalam jangka lima tahun kedepan.
Sementara para pengusaha restoran yang menghidangkan ikan sidat bakar khawatir bisnisnya terganggu biula pasar ikan sidat tidak stabil.
Omori Yoshiharu, Managing Director restoran ikan sidat tradisional Nakamura Ya di Saitama menyatakan, "Kami khawatir akan kehilangan pelanggan."
Pada bulan Januari, ikan sidat dijual pada level harga 4,200 yen per kilogram di pasar ikan Tokyo, naik 1,7 kali lipat dibanding harga pada bulan Januari 2011.
Pada bulan Maret ini, Restoran Nakamura Ya menaikkan harga bento Unaju, menu ikan sidat diatas nasi, dari 1,575 yen menjadi 1,900 yen. Namun Omori menyatakan, "Meski harga naik, kami masih berupaya keras menutupi biaya pengeluaran."
Di sisi lain, harga ritel ikan sidat juga naik drastis.
Menurut hasil survei harga ritel yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, harga per 100 gram kabayaki ikan sidat panggan 970 yen di Tokyo pada bulan Januari. Harga ini hampir dua kali lipat harga 10 tahun silam, yakni sebesar 489 yen.
Alasan utama kenaikkan harga, karena sedikitnya hasil tangkapan anak ikan sidat terus berlanjut, yang selanjutnya dibesarkan di peternakan ikan.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, rata-rata harga jual anak ikan sidat di seluruh Jepang sekitar 270,000 yen per kilogram pada tahun 2006, dan pada tahun 2011 harganya menjadi 870,000 yen per kilogram.
Kenaikan harga diperkirakan berlanjut tahun ini. Menurut Union of Eel Farmers Corporation of Japan, harganya diperkirakan mencapai 2 juta yen per kilogram pada tahun ini, atau tujuh kali lipat dibanding harga tahun 2006.
Namun karena masih kurang memahami dengan jelas biologi ikan sidat, pejabat Kementerian Perikanan belum dapat alasan yang jelas mengenai berkurangnya hasil tangkapan anak ikan sidat.
Tapi dalam pertemuan hari Kamis, yang dihadiri peneliti yang mempelajari ikan sidat, pejabat pemerintah daerah terkait, dan bisnis terkait membahas langkah multi arah. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
