Delegasi Kota Depok Ikuti Pelatihan Daur Ulang Sampah di Kota Osaki, Kagoshima

(Kagoshima-Jepang) 7 orang perwakilan kota Depok sejak 15 hingga 19 Oktober mendatang, melakukan kunjungan ke Kota Osaki, Prefektur Kagoshima untuk pelatihan pengelolaan dan pemilahan limbah guna menanggulangi masalah sampah.

Kegiatan pelatihan sekaligus praktek kerja yang diselenggarakan atas kerjasama Kota Osaki dan Depok dibawah “JICA Partnership Program”, rencananya akan berlangsung hingga tahun 2015 mendatang, dengan kunjungan rutin tiap tahun dari Kota Depok maupun Osaki.

“Kami sudah sepakat kerjasama untuk 3 tahun ke depan. Setiap tahun akan dikirim sejumlah wakil dari Depok untuk pelatihan di Kota Osaki, dan saat kembali, mereka akan melakukan seminar dan praktik di sejumlah lokasi percontohan”, ungkap Rahmat Hidayat, Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok.

Selama 5 hari, ketujuh orang yang terdiri atas wakil Pemerintah Sekretaris Daerah, Ibu Camat Pancoran Mas, Kepala Seksi Operasional Pengolahan Sampah, Bappeda, 2 warga, serta 1 dosen Universitas Indonesia, akan mendapat pelatihan mengenai sistem pengelolaan limbah sampah organik,dan non organik sampai menjadi bahan daur ulang.

Selain itu, mereka akan melakukan kunjungan ke sekolah, perumahan di kota Osaki, pabrik pengelolaan sampah menjadi kompos organik atau bahan daur ulang, TPA, TPS, serta pengelolaan sampah di lingkungan tempat hiburan dan hotel.

“Selain pelatihan, mereka juga melakukan kunjungan agar dapat melihat sendiri proses pemilahan sampah langsung di tempatnya, sekaligus memperlihatkan kesadaran seluruh masyarakat kota Osaki dalam memilah sendiri sampah mereka. Di sekolah pun, para murid sudah diberikan pengarahan untuk mulai memilah sampah sejak dini”, ungkap Purnamawati, wakil dari Kota Osaki, Prefektur Kagoshima, Koordinator JICA Partnership Program.

Setiap hari, sampah-sampah di kota Osaki dipilah hingga 28 jenis, dan hampir 80 persennya didaur ulang. Kota Osaki sendiri mendapat penghargaan dari Badan Lingkungan Hidup Jepang sebagai kota no.1 pengelolah limbah.

Sebaliknya, dengan jumlah penduduk sebanyak 1,8 juta, Kota Depok dalam sehari dapat menghasilkan sekitar 4,600 m kubik sampah. Meskipun sudah terdapat Unit Pengolahan Sampah, Rahmat menyatakan, masalah sampah di kota Depok belum total diatasi, karena minimnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. “Slogan Buanglah Sampah pada Tempatnya saja tidak mempan”, ungkapnya.

“Mudah-mudahan selama 3 tahun, paling tidak dapat meningkatkan kesadaran warga di lokasi percontohan seperti perumahan Maharaja, dan Griya Lembah Depok agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan mempraktekkan pemilahan sampah rumah tangga secara mandiri”, tutur Rahmat.

Purnamawati juga mengungkapkan, “Melalui program ini diharapkan dapat membantu Kota Depok mengatasi permasalahan limbah terutama dalam pengelolaan sampah. Kami juga berharap dapat meningkatkan pengarahan dan pendidikan kepada pihak pemerintah dan masyarakat Depok, bahwa sampah kalau dipisah dapat menjadi bahan daur ulang.”

“JICA Partnership Program” merupakan program kerjasama pertama Pemerintah Kota Depok dan Osaki, yang seluruh dananya ditanggung JICA. (AV)