Abe Janji Naikan Konsumsi dengan Stimulus Tambahan
Senin, 01 Desember 2014 11:45
(Tokyo) Perdana Menteri Abe Shinzo berjanji melipatgandakan upaya untuk meningkatkan konsumsi perseorangan melalui langkah stimulus tambahan.
Dalam program debat bersama dengan para Ketua Umum dari partai lainnya menjelang pemilihan anggota Majelis Rendah 14 Agustus yang ditayangkan di televisi, Abe yang juga menjabat Ketua Umum Partai Liberal Demokrat (Jimin to/LDP) mengakui dampak dari kebijakan Abenomics, yang merupakan campuran dari pelonggaran moneter yang masif, stimulus fiskal dan reformasi yang berorientasi pertumbuhan, semuanya itu belum mencapai kawasan non urban.
“Abenomics masih setengah jalan untuk mencapai target, untuk itu perlu dilakukan langkah stimulus lanjutan untuk meningkatkan konsumsi,” ujar PM Abe Shinzo, Minggu (30/11).
Ekonomi domestik menyusut sebanyak 1.6 persen sampai bulan September, turun dalam dua kuartal berturut-turut, pasca anjlok 7.3 persen pada periode April-Juni setelah dinaikkannya pajak konsumsi dari 5 persen menjadi 8 persen mulai 1 April.
Sementara Yamaguchi Natsuo, Ketua Umum Partai Kesejahteraan (Komei to/KP) menekankan pentingnya menjamin kenaikan gaji sejalan dengan inflasi, dan KP akan mengupayakan penurunan pajak khususnya untuk keperluan sehari-hari pada bulan April 2017, keytika pajak konsumsi dinaikkan menjadi 10 persen.
Sebelumnya, PM Abe pada awal bulan ini mengumumkan keputusannya untuk menunda kenaikan pajak konsumsi menjadi 10 persen, yang awalnya dijadwalkan pada bulan Oktober 2015 menjadi bulan April 2017, setelah mempertimbangkan berbagai fdata ekonomi terbaru.
LDP dan KP, dalam platform kebijakan bersama untuk pemilihan Majelis Rendah mendatang, menyatakan segera mempercepat pembahasan mengenai produk yang harus diturunkan pajaknya dan bagaimana mencari pengganti dari penerimaan pajak yang hilang.
Kaieda Banri, Ketua Umum Partai Demokrat (Minshu to/DPJ) yang merupakan partai oposisi utama, mengkritik kinerja ekonomi pemerintah khususnya mengenai kenaikan gaji, yang menurutnya tidak akan meningkat kecuali pekerja tetap, dan bukannya pekerja paruh waktu, yang ditingkatkan jumlahnya.
Sementara Hiranuma Takeo, Ketua Umum Partai Generasi Masa Depan (Jisedai no to/PFG), menghimbau dilaksanakannya deregulasi fundamental. Dan merujuk pada strategi pertumbuhan kebijakan ekonomi Abe, Hiranuma beralasan anak panah ketiga dari Abenomics memiliki masalah besar.
Sedangkan Shii Kazuo, Ketua Umum Partai Komunis (Kyosan to/JCP) menyalahkan kenaikan pajak konsumsi pada bulan April yang memicu kelesuan ekonomi domestik. Mneurut Shii, LDP, Komei to dan DPJ sangat bertanggung jawab atas situasi ekonomi terkini, merujuk pada kesepakatan antara tiga partai pada saat DPJ masih berkuasa, yang ditujukan untuk menaikan pajak konsumsi dalam dua tahap.
Ozawa Ichiro, Ketua Umum Partai Kehidupan Masyarakat (Seikatsu no to/PLP) menyatakan ekonomi tidak akan pulih tanpa meningkatkan konsumsi persorang. Sementara Yoshida Tadatomo, Ketua Umum Partai Sosial Demokrat (Shamin to/SDP) menyesalkan abenomics, serta mengklaim kebijakan itu hanya menguntungkan orang kaya dan perusahaan besar.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

