Cyber Japan Hadirkan “Pole Dancer” dan “Go Go Dancer” di Jakarta
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 24 April 2011 23:33 Ditulis oleh Administrator Senin, 25 April 2011 00:29
(Jakarta-Indonesia) Cyber Japan, salah satu penyelenggara pesta terbesar di Jepang, hadirkan “Pole Dancer” dan “Go Go Dancer” di Jakarta.
Dalam wawancara yang dilaksanakan Minggu (24/04), para penari “Pole Dancer” dan “Go Go Dancer”, yakni Maki, Raika, Hiroko, Rino, Anna, dan Pippi yang tergabung dalam “Cyber Japan Dancer”, membagi pengalaman mereka saat beraksi di atas panggung kepada Halo Jepang!
“Kami sangat senang jika penonton kami senang melihat penampilan kami,” ujar Pippi. “Penonton di Indonesia tidak kalah hebat dibandingkan negara lainnya.”
Pippi, yang juga instruktur “Pole Dancer” menyatakan Cyber Japan Dancer telah tampil di berbagai macam negara, seperti Shanghai, Taiwan, Singapura, dan Korea.
Pesta malam di klub sudah menjadi trend di Jepang maupun di dunia saat ini, oleh karena itu Cyber Japan yang merupakan penyelenggara pesta terkenal di Jepang juga menyediakan berbagai penari dalam setiap pertunjukkannya, dengan diproduseri DJ Mitomi Tokoto.
“Cyber Japan, merupakan salah satu penyelenggara pesta terbesar di Jepang. Kami berbasis di Tokyo, serta menyediakan para penari serta Disc Jockey (DJ) untuk keperluan pesta,” ujar Pippi. “Kami bukanlah yang pertama, karena banyak penyelenggara pesta lain di Jepang, namun kami beruntung selalu sukses dalam menyelenggarakan pesta besar, dan menjadi terkenal sekarang.”
Saat ditanya lebih khusus mengenai Cyber Japan Dancer, Rino menjelaskan tidak ada ujian khusus bagi calon anggota, karena setiap orang memiliki cara yang berbeda pada saat bergabung.
“Biasanya, calon anggota diperkenalkan oleh teman, lalu selanjutnya akan dipertemukan dengan Mitomi, dan melakukan berbagai pembicaraan. Sebenarnya tidak hanya Mitomi, tapi Mitomi memegang peranan penting dalam perekrutan penari baru,” ujar Rino.
Menurut Maki, jumlah penari yang tergabung dalam Cyber Japan Dancer berjumlah lebih dari 20 orang, dengan kisaran usia mulai dari 20 tahun, dan sebagian besar merupakan wanita Jepang.
Menyinggung gempa dan tsunami yang melanda wilayah Tohoku bulan Maret lalu, Pippi mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas gempa dan tsunami yang terjadi, karena banyak teman dan saudara di wilayah Tohoku.
“Gempa dan tsunami merupakan bencana alam yang sulit dihindari oleh kuasa manusia. Kami di Tokyo memang hanya merasakan gempa, namun saat melihat di tv tsunami yang melanda Miyagi, saya benar-benar sangat sedih, karena banyak teman dan saudara disana,” ujar Pippi dengan mata yang berkaca-kaca. “Kami sangat senang dengan perhatian dunia terhadap Jepang, terutama Indonesia. Terima Kasih banyak.”
Kehadiran Cyber Japan Dancer ke Jakarta merupakan salah satu dari kegiatan “Ismaya Acts for Japan”, yang diselenggarakan Ismaya Group, sebagai bentuk kepedulian bagi korban gempa dan tsunami di Jepang.
“Kami harap tidak hanya kesenangan saja yang didapatkan oleh pengunjung, tapi juga mereka sadar bahwa masih banyak saudara kita di Jepang, yang membutuhkan bantuan,” ujar Assisten Brand Manager Dragonfly, Ayudita. “Sebagian keuntungan akan kami serahkan langsung melalui Palang Merah Jepang.” (Nova)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|