Update Terakhir: 17:21 - 01 Jun 2012.

Jogja International Heritage Walk Kembali Ajak Warga Indonesia & Jepang Berpartisipasi

(Jakarta-Indonesia) Jogja International Heritage Walk (JIHW) ketiga yang akan digelar pada 19 dan 20 November mendatang, kembali mengajak warga Indonesia dan Jepang untuk berpartisipasi sebagai bentuk ikatan persahabatan kedua negara, yang telah terjalin lebih dari 50 tahun.



Hal tersebut disampaikan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, pendiri Yayasan Royal Silk, saat mengujungi The Daily Jakarta Shimbun pada Rabu (20/04) silam.



Kegiatan JIHW yang telah diselenggarakan sejak tahun 2008, kali ini mengusung tema '2 Days Walk for Green and Community', guna mengajak masyarakat untuk memperkenalkan warisan pariwisata Yogyakarta dan mensosialisasikan kebiasaan berjalan kaki untuk kesehatan.



Selain itu, JIHW juga akan mensosialisasikan program penanaman pohon kepada masyarakat, dengan mengajak sekitar seribu peserta dari berbagai negara, untuk ikut dalam kegiatan yang merupakan kerjasama Jogja Walking Association, Japan Walking Association, Yayasan Royal Silk, Garuda Indonesia, dan Badan Pariwisata Daerah (Baparda).



Sebelumnya, JIHW sempat dibatalkan karena meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010. Namun pada tahun ini, JIHW kembali diselenggarakan dengan dihadiri juri dari International Marching League (IML Walking Association) yang berkantor pusat di The Hague, Belanda.



Ketua Yayasan Royal Silk Fitriani Kuroda, berkata, "Saat saya berkunjung ke salah satu stasiun televisi di Prefektur Aichi, warga Jepang terlihat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kehutanan. Sehingga, saya ingin lebih banyak orang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini."



Selama berlangsungnya JIHW, peserta diajak untuk berjalan kaki dengan tiga pilihan rute, yaitu 5 km, 10 km, 20 km, yang melalui Candi Prambanan dan Desa Imogiri. Kemudian, dilanjutkan dengan penanaman pohon di Desa Karangtangah pada hari kedua.



"Aktivitas di Yogyakarta paska meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010, mulai berangsur kembali normal. Jalanan di sekitar Candi Prambanan dan kondisi lingkungannyapun mulai membaik. Saya ingin para peserta dapat menikmati kegiatan dengan gembira," ujar Pembayun. (II/JS)