Kerusakan Akibat Bencana di Daerah Tohoku Bayangi Upaya Pemulihan Industri Otomotif Jepang
Ditulis oleh Administrator Senin, 16 May 2011 00:49
(Tokyo-Jepang) Pada saat produsen otomotif Jepang sedang berupaya kembali, setelah sempat terpuruk akibat krisis keuangan global tahun 2008, kini mereka dihadapkan pada tantangan lain, yakni bencana alam.
Pada pekan silam, delapan produsen otomotif Jepang telah mengumumkan laporan keuangan tahun fiskal 2010, namun belum menerbitkan proyeksi untuk tahun fiskal 2011, yang dianggap prospeknya belum pasti paska terjadinya bencana gempa, dan tsunami pada 11 Maret silam, yang melanda daerah Tohoku.
Pada tahun fiskal 2010, produsen otomotif Jepang mengalami pertumbuhan laba yang tinggi, dipicu tingginya penjualan di negara-negara ekonomi berkembang, yang melampaui permintaan di dalam Jepang sendiri.
Toyota Motor Corp, dan Honda Motor Co membukukan kenaikan laba bersih dua kali lipat dibanding tahun 2009, sementara Nissan Motor Co mengalami lonjakan 7,5 kali lipat, dipicu kenaikan penjualan global yang mencapai 4,19 juta unit.
Namun, paska terjadinya bencana gempa, dan tsunami, yang mengganggu rantai pasokan di Jepang, dan dampaknya produksi semua produsen otomotif lumayan terganggu, dan menaikkan kemungkinan beberapa diantaranya akan mengalami kerugian pada semester-1 tahun 2011.
Toyota memperkirakan produksi akan kembali ke tingkat normal sekitar bulan November atau Desember, dan Honda menargetkan operasi kembali normal pada akhir tahun, setelah sebelumnya sempat dipaksa mengurangi jumlah produksi sampai setengahnya, paska terjadinya gempa, dan tsunami.
Nissan, yang juga terkena dampak gempa, menyatakan, akan memulai produksi global pada bulan Oktober.
Senior Managing Officer Honda Ike Fumihiko dalam konferensi pers bulan April, menyatakan laporan kondisi bisnis kuartal April-Juni akan lumayan parah, dan kuartal kedua tahun 2011 kemungkinan lebih parah lagi, karena dampak yang dialami operasi perusahaan di mancanegara baru akan terasa belakangan.
Sementara Toyota Executive Vice President Ozawa Satoshi, dalam konferensi pers Rabu pekan silam menyatakan, "Mengingat turunnya jumlah produksi, tampaknya semua bisa memahami sejauh mana tingkat keparahan pada kuartal pertama."
"Namun kami sedang melakukan kajian mengenai potensi untuk bisa pulih, dan membuat rincian mengenai rencana produksi yang dapat dilaksanakan di tiap wilayah," ujar Ozawa.
Meski berbagai upaya maksimal yang dilakukan produsen komponen untuk segera memulai operasi pabrik, namun diperkirakan perlu tambahan waktu untuk kembali ke tingkat produksi normal.
Sedangkan Renesas Electronic Corp, produsen chip yang saat ini memiliki pangsa 40 persen di pasar global untuk microcontroller mobil, Rabu pekan silan mengungkapkan rencana untuk memulai produksi pada 1 Juni, di pabrik di Ibaraki, namun pengiriman baru dilakukan pada bulan Agustus.
"Dalam kondisi seperti itu, tidak diragukan, pangsa pasar mobil Jepang ditingkat global untuk jangka pendek akan turun," ujar Honda.
Lebih lanjut, Ozawa mengungkapkan kekhawatiran para produsen otomotif Jepang yang mungkin akan kehilangan daya saing terhadap rival asing, karena menguatnya nilai yen terhadap dolar AS, dan euro.
Disisi lain, sejumlah langkah positif sudah mulai terlihat, seperti Toyota yang menyatakan mempercepat normalisasi jadwal produksi, dan pada bulan Juni memulihkan produksi di Jepang, dan luar negeri ke tingkat 70 persen dari tingkat normal.
Sementara Presiden Direktur Nissan Charles Goshn, pada saat konferensi pers hari Kamis pekan silam, menyatakan, pada semester-II 2011 Nissan akan mengejar ketertinggalan, dan dapat menyeimbangkan jumlah produksi yang harus dipenuhi pada semester-I 2011.
"Meski produsen otomotif Jepang tidak bisa menyediakan proyeksi spesifik, namun diperkirakan penurunan laba tidak akan separah yang diperkirakan sebelumnya," ujar Takahashi Issei, analis otomotif di Credit Suisse di Tokyo.
Pada tahun fiskal 2010, laba bersih Mitsubishi Motors Corp naik lebih dari tiga kali lipat, sementara Fuji Heavy Industries Ltd, membukukan laba 50,33 miliar yen, dan Suzuki Motor Corp laba bersihnya naik 56,2 persen, serta Daihatsu Motors Co laba bersihnya naik sekitar dua kali lipat.
Sedangkan Mazda Motor Corp mengalami kerugian bersih senilai 60,04 miliar yen, karena kerusakan akibat bencana, dan faktor lainnya. (YD/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|