Presdir TEPCO Yang Baru Bertekad Selesaikan Krisis Nuklir
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 24 May 2011 00:12 Ditulis oleh Administrator Selasa, 24 May 2011 00:45
(Tokyo-Jepang) Direktur Pelaksana Tokyo Electric Power Co (TEPCO) Nishizawa Toshio, yang rencananya pada bulan Juni dipromosikan menjadi Presiden Direktur, Jumat (20/05) silam menyatakan dirinya bertekad menyelesaikan secara cepat, dan efisien krisis di pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima.
"Sejak perusahaan kami berdiri, krisis kali ini tidak pernah terbayangkan. Saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan krisis ini, membayar kompensasi dengan adil, dan cepat, menstabilkan pasokan listrik, dan merampingkan operasi perusahaan secara drastis," ujar Nishizawa (60 tahun), dalam konferensi pers di kantor pusat TEPCO di Tokyo.
Menurut berita yang dilansir Asahi Shimbun Senin (23/05), Nishizawa, selama bertahun-tahun bekerja di divisi perencanaan TEPCO, resminya akan menggantikan Presiden Direktur TEPCO saat ini Shimizu Masataka (66 tahun), pada rapat pemegang saham tahunan yang rencananya diselenggarakan pada 28 Juni mendatang.
Saat ini, Nishizawa, selain bertanggung jawab baik untuk divisi perencanaan, dan hubungan masyarakat, juga bertugas sebagai kepala sekretariat TEPCO untuk menyelesaikan krisis di pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima.
"Nishizawa akan menangani masalah yang ada dengan sabar, dan keyakinan kuat," ujar Shimizu.
Penyelesaian krisis nuklir, dan masalah kompensasi akan menyita waktu, oleh karena itu kesabaran dipandang sebagai syarat penting untuk menjabat posisi Presiden Direktur.
Selain itu, Nishizawa dikenal akrab dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Ekonomi Kaieda Banri, dan Hosono Goshi, penasehat khusus Perdana Menteri Kan Naoto.
Di dalam TEPCO, sejak awal Nishizawa dipandang sebagai calon kuat untuk posisi Presiden Direktur. "Dia punya pengaruh kuat di perusahaan," ujar salah seorang pejabat TEPCO. "dia juga punya jiwa kepemimpinan."
Di luar TEPCO, Nishizawa menjabat sebagai Ketua Bidang Perencanaan di Federasi Perusahaan Listrik Jepang (Denki Jigyou Rengoukai/FEPC), yang menyebabkan dirinya punya koneksi luas di kalangan industri perlistrikan di Jepang.
Sementara, Katsumata Tsunehisa akan tetap menjadi Presiden Komisaris TEPCO, meski dia sudah berencana mengundurkan diri dalam waktu dekat, dan empat dari enam Wakil Presiden Direktur juga akan tetap menjabat posisinya.
"Kami meminimalisir reshufle, karena perusahaan kami harus menyelesaikan krisis nuklir, membayar kompensasi, dan mengamankan pasokan listrik," ungkap Shimizu.
Sedangkan Nishizawa menjelaskan, "Saya akan mengimplementasikan perampingan skala besar, dan mengenai kenaikan iuran listrik, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya." (AS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|