Update Terakhir: 18:20 - 26 Jan 2012.

Perkenalkan Budaya Tradisional Jepang, 21st Century Classical Music and Dance Tampil di Binus University

(Jakarta-Indonesia) 21st Century Classical Music and Dance, kelompok pertunjukkan tradisional Jepang asal Tokyo, Rabu (21/09), menampilkan pementasan musik dan tari tradisional Jepang di Bina Nusantara (Binus) University, untuk memperkenalkan budaya tradisional kepada para mahasiswa Indonesia.


Pertunjukkan 21st Century Classical Music and Dance di Binus University juga merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk memeriahkan pekan Jak-Japan Matsuri yang berlangsung 18-25 September 2011.


21st Century Classical Music and Dance merupakan kelompok musik yang dibentuk pada tahun 2005, dengan nama “Komite Musik Jepang Tradisional NHK”, sebagai kelompok pertunjukkan musik tradisional generasi terbaru yang dikumpulkan dan dilatih NHK.


Kemudian pada tahun 2007, berganti nama menjadi 21st Century Classical Music and Dance, karena dianggap sebagai salah satu kelompok pertunjukkan tradisional Jepang yang berjasa memperkenalkan budaya Jepang di luar negeri, seperti Jerman dan Kanada.


Dalam pertunjukkan di Binus University, 21st Century Classical Music and Dance membawakan 10 buah lagu, dengan menggunakan berbagai peralatan musik tradisional seperti, Koto, Biwa, dan Shakuhachi.


Pertunjukkan dibuka dengan lagu “Bengawan Solo”, kemudian dilanjutkan “Sakura” yang berkolaborasi dengan klub taiko Sastra Jepang Binus University, serta sejumlah lagu hasil kreasi sendiri, termasuk “Yume no Wa” dan “Tori no Youni”, dan berhasil memukau lebih dari 500 orang penonton, yang sebagian besar merupakan mahasiswa Sastra Jepang Binus University.


Tidak hanya tampil membawakan sejumlah lagu dan tarian, 21st Century Classical Music and Dance juga menjelaskan makna dari masing-masing lagu, dengan menggunakan bahasa Jepang yang mudah dipahami oleh para mahasiswa.


Selain itu, 21st Century Classical Music and Dance, yang diwakili Hanayagi Kihi juga mengajarkan sejumlah gerakan dasar dalam seni tari tradisional Jepang, seperti cara memegang dan melipat kipas kertas yang benar.


“Para mahasiswa ini sangat cepat mengingat gerakan yang kami ajarkan, rasanya sangat senang melihat mereka memiliki ketertarikan terhadap budaya tradisional Jepang,” ujar Hanayagi. (AN/JS)