Update Terakhir: 13:00 - 13 Peb 2012.

Cyber Japan Dancers Ikut Meriahkan Ajang Djakarta Warehouse Project 2011 di Jakarta [07/12-09:56]

(Jakarta-Indonesia) Cyber Japan Dancers, para penari profesional yang diproduseri pendiri Cyber Japan DJ Mitomi Tokoto sejak tahun 2006, Jumat (09/12), ikut memeriahkan ajang Djakarta Warehouse Project 2011, yang diselenggarakan Ismaya Live di Tennis Indoor Senayan.


Cyber Japan Dancers merupakan bagian dari Cyber Japan, yakni salah satu penyelenggara pesta utama di Jepang, yang berlokasi di Tokyo, dengan menyediakan para penari serta Disc Jockey (DJ) untuk keperluan pesta.


Menurut Marketing & Promotion Ismaya Sigit, penampilan Cyber Japan Dancers dalam Warehouse Project merupakan yang kedua kalinya, karena hubungan Ismaya dan Cyber Japan cukup erat, ditandai dengan seringnya Cyber Japan Dancer tampil dalam acara yang digelar Ismaya.


“Dalam Djakarta Warehouse Project yang diselenggarakan tahun lalu, Cyber Japan Dancers juga menjadi salah satu bintang utama kami,” ujar Sigit.


Rencananya, dalam Djakarta Warehouse Project 2011, kelima orang penari Cyber Japan Dancers yang terdiri dari Kanae, Kiri, Maki, Rina, dan Rino, akan menampilkan aksi “Pole Dance”dan “Gogo Dance” dengan kostum bertema millennium dan futuristik berwarna dasar hitam-putih.


Dalam kesempatan wawancara pada Selasa (06/12) sore, Kanae, Kiri, Maki, dan Rino menjelaskan mengenai keikutsertaannya dalam Djakarta Warehouse Project untuk pertama kalinya, serta kesannya mengenai Jakarta.


“Kami sangat senang dapat tampil di Warehouse Project Jumat nanti. Mudah-mudahan warga Indonesia menyukai penampilan kami,” ujar Rino. “Kami akan menampilkan pertunjukkan yang spektakuler.”


Saat ditanya mengenai pertunjukkan yang akan ditampilkan dalam Djakarta Warehouse Project nanti, Kanae menjelaskan secara singkat mengenai kostum serta tema yang akan disuguhkan kepada para penonton.


“Kami akan dua kali tampil. Yang pertama dengan kostum futuristik bermotif kotak hitam putih seperti catur, lengkap dengan kacamata hitam dan Headset, dan yang kedua kostum tali-tali millennium di bagian dada serta penutup kepala jarring,” ujar Kanae sambil memperlihatkan foto perlengkapan yang akan digunakan.


Kanae yang baru 1,5 tahun bergabung dalam Cyber Japan Dancers mengaku sangat antusias dengan acara Warehouse Project pada Jumat malam nanti, terlebih dirinya baru pertama kali datang ke Indonesia.


Senada dengan Kanae, Kiri yang hampir 6 tahun bergabung dengan Cyber Japan Dancers juga mengaku baru pertama kali ke Indonesia.


“Ini pertama kalinya saya ke Indonesia. Benar-benar sangat menyenangkan. Semua orang disini sangat baik,” ujar Kiri. “Sebenarnya dari dulu ingin sekali mampir ke Indonesia, namun jadwal yang padat memaksa saya melupakan kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia.”


Sementara itu, Maki yang datang ke Indonesia untuk kedua kalinya, menyatakan sangat senang dapat kembali menghibur warga Indonesia.


“Tidak jauh berbeda dengan kedatangan saya pertama kali ke Indonesia pada bulan April lalu. Semua warga Indonesia masih baik dan ramah,” ujar Maki. “Kali ini formasi Cyber Japan Dancers saja yang berbeda. Pada bulan April lalu, Kanae dan Kiri tidak ikut tampil di Indonesia. Ini pertama kalinya mereka tampil di Indonesia. Mudah-mudahan mereka menyukai Indonesia seperti saya dan Rino sangat menyukai Indonesia.”


Rencananya, setelah Djakarta Warehouse Project 2011, Cyber Japan Dancers juga akan tampil di Surabaya, sebelum pulang ke Jepang. (Nova)