Kuliah Dengan Bahasa Inggris di Jepang Semakin di Minati Pelajar Indonesia
Jumat, 21 September 2012 13:10
Jumlah pelajar Indonesia yang berminat melanjutkan studi di Jepang, khususnya di sejumlah Universitas yang tergabung dalam program Global 30 meningkat, karena bahasa pengantar dalam perkuliahannya menggunakan bahasa Inggris.
Perwakilan Japan Student Services Organization - Japan International Education Center (JASSO-JIEC) Verawati menyatakan, "Jumlah pelajar asal Indonesia yang melanjutkan studi di Jepang, pada sejumlah universitas yang berpartisipasi dalam program Global 30 terus meningkat."
"Para pengunjung kantor JASSO yang mencari informasi mengenai universitas di Jepang biasanya sudah terlebih dahulu menetapkan jurusan yang akan diambil, namun belum menentukan universitas yang akan dipilih, dan ketika mereka menanyakan ke staf JASSO mengenai pilihan universitas yang tersedia, maka kami terlebih dahulu akan menanyakan apakah sudah bisa bahasa Jepang, dan kalau belum bisa, kami menjelaskan mengenai program Global 30, yang dalam pemberian materi kuliahnya menggunakan bahasa Inggris," ungkap Verawati.
Menurut Verawati sejumlah orang tua yang ikut anaknya berkonsultasi ke kantor JASSO-JIEC menyatakan lebih menginginkan anaknya berkuliah di jurusan yang menggunakan bahasa Inggris dengan alasan lebih hemat waktu dan biaya, karena kalau harus belajar bahasa Jepang lebih dahulu, membutuhkan waktu tambahan untuk belajar bahasa selama satu tahun, dan di sisi lain biaya untuk hidup sehari-hari akan bertambah.
"Selain itu, para orang tua menginginkan anaknya tidak lama-lama bersekolah di luar negeri, supaya bisa mengejar waktu agar dapat kerja, dan melanjutkan kuliah," ujar Verawati.
Program Global 30 diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Monbukagakusho/MEXT) pada tahun 2009, yang ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelajar asing menjadi 300,000 orang pada tahun 2020, namun baru diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 2011, dan pada bulan Mei tahun ini, diselenggarakan pameran khusus untuk memperkenalkan Program Global 30 di Universitas Al-Azhar.
Saat ini, 13 universitas di Jepang yang tergabung dalam program Global 30, menawarkan 274 program studi yang diajarkan menggunakan bahasa Inggris, di berbagai fakultas mulai program S-1 sampai S-3.
Dibandingkan program S-2 dan S-3 yang sudah lumayan banyak pilihannya, program S-1 sejauh ini hanya 39 kelas, sementara program S-2 sebanyak 127 kelas, sedangkan program S-3 jumlahnya 103 kelas, dan profesional masters hanya 6 kelas.
Sampai tahun 2012, Universitas Waseda dan Doshisha yang paling banyak membuka program studi S-1 dalam bahasa Inggris, masing-masing 6 kelas, diikuti Universitas Kyushu dan Nagoya, masing-masing 5 kelas, dibawahnya Universitas Tohoku, Universitas Tsukuba dan Sophia masing-masing 3 kelas. Sementara Universitas Tokyo dan Osaka masing-masing 2 kelas.
Sedangkan untuk jumlah mahasiswa di setiap kelasnya sangat bervariasi, ada yang hanya berisi 3 orang, tapi ada juga yang sebanyak 70 orang.
Menurut data dari situs web "Global 30" yang dikelola Kementerian Pendidikan Jepang, pada tahun 2011 silam, sebanyak 21,249 pelajar mancanegara telah berkuliah di berbagai program studi yang merupakan bagian dari Proyek Global 30. (Arry Raymond)