Festival Jak-Japan Matsuri 2012 Dibuka di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta
Senin, 24 September 2012 00:58
(JAKARTA-Indonesia) Para penggemar budaya Jepang di Jakarta dan sekitarnya, Minggu (20/09), terlihat memadati acara pembukaan Jak-Japan Matsuri 2012 di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta Pusat.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ini merupakan pertama kalinya pembukaan Jak-Japan Matsuri dilaksanakan di Sari Pan Pacific Hotel. Meski berdesak-desakan dan berkeringat, pengunjung tampaknya tidak peduli, dan tetap menunggu dengan sabar pertunjukan yang mereka nantikan.
Jak-Japan Matsuri 2012, dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Katori Yoshinori, dan Ketua Panitia Penyelenggara Jak-Japan Matsuri 2012 Kobayashi Kazunori, dengan pemukulan Bedug Taiko dan penumbukan kue mochi.
Dalam sambutannya, Fauzi Bowo mengajak warga Jakarta agar ikut berpartisipasi dalam acara Jak-Japan Matsuri, khususnya pada acara puncak dan penutupan pada hari Minggu (30/09), di lapangan Monas.
“Memasuki tahun keempat, Jak-Japan Matsuri kini bukan hanya sekedar simbol eratnya hubungan Indonesia dan Jepang, tapi juga telah menjadi bagian dari acara budaya tahunan yang ditunggu-tunggu warga Jakarta. Saya harap akan semakin banyak warga Jakarta yang ikut serta dalam festival ini,” ujar Fauzi Bowo.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai “Indonesia Parade” oleh Senior Advisor, JAC Consulting Indonesia Matsui Kazuhisa. Dalam presentasi singkatnya, Matsui menceritakan sejarah “Indonesia Parade”, yang awalnya bernama “Bali Parade”, dan telah dilaksanakan selama 8 tahun berturut-turut di Kota Kesennuma Prefektur Miyagi.
Namun, akibat gempa dan tsunami Maret 2011, “Bali Parade” sempat dihentikan, dan kemudian kembali digelar dengan nama “Indonesia Parade”, sebagai ucapan terima kasih kepada Indonesia yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada Jepang pasca bencana.
Matsui juga menayangkan cuplikan video “Indonesia Parade” di Kesennuma pada Agustus silam, serta melakukan conference call menggunakan Skype, dengan Suzuki Atsuo penggagas “Bali Parade” di Kesennuma.
Tidak jauh berbeda dengan Jak-Japan Matsuri di tahun-tahun sebelumnya, pertunjukan budaya seperti pemotongan ikan tuna, perlombaan membuat Sushi, pertunjukan musik klasik Jepang, dan upacara minum teh juga tidak luput menjadi perhatian para pengunjung yang datang.
Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, Jak-Japan Matsuri kali ini menampilkan JKT48, yang menyedot hampir seluruh perhatian pengunjung, yang sebagian besar merupakan para remaja. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang datang dari luar Jakarta, hanya untuk melihat penampilan JKT48.
“Saya sengaja datang hanya untuk menonton JKT48. Kesempatan langka ini tentu saja tidak akan sia-siakan,” ujar Laras (17 tahun), salah seorang siswi asal Bandung, yang ditemani orangtuanya menghadiri acara pembukaan Jak-Japan Matsuri 2012.
Acara pembukaan Jak-Japan Matsuri 2012, secara keseluruhan dapat dikatakan meriah, namun sayangnya, banyaknya jumlah pengunjung tahun ini, tidak diimbangi dengan tempat penyelenggaraan acara yang cukup luas, sehingga mengganggu kenyamanan dan ruang gerak pengunjung, terutama para remaja yang terlihat mengeluh saat menunggu pertunjukan JKT48. (Nova)