Tolak Pembangkit Listrik Batu Bara di Jawa Tengah, Warga Sandera Staf Sumitomo Corp
Selasa, 02 Oktober 2012 00:07
(JAKARTA-Indonesia) Seorang karyawan Sumitomo Corp asal Jepang, Sabtu (29/09), diculik warga Batang, yang menolak proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di Pulau Jawa.
Menurut berita yang dilansir Kyodo News, warga Jepang yang sedang melakukan perjalanan bisnis ini diculik bersama seorang supir warga Indonesia, dan diselamatkan polisi 5 jam kemudian, tanpa mengalami luka.
Berdasarkan keterangan polisi, keduanya diculik pada Sabtu siang, saat mengunjungi Desa Batang, di utara Jawa Tengah tempat dibangunnya pembangkit listrik. Keduanya kemudian disekap di rumah salah seorang warga.
Saat polisi berusaha membebaskan sandera, para warga melempari polisi dengan batu, yang kemudian dibalas dengan tembakan peringatan dan gas air mata. Kendaraan yang dikendarai dua orang sandera juga telah dihancurkan, sehingga polisi menahan sejumlah warga untuk sementara waktu.
Sementara itu, Sumitomo Indonesia menyatakan, baik karyawan dan supir dalam keadaan baik dan dilepaskan tanpa kekurangan satu apa pun. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, untuk mengetahui motif dibalik penyerangan serta detil lainnya yang saat ini belum diketahui.
Tahun lalu, konsorsium Japan Electric Power Development Co. (J-Power), Itochu Corp., dan Adaro Energy, memenangkan tender pemerintah untuk membangun pembangkit listrik tenaga batu bara senilai 4 miliar dollar.
Pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2,000 megawatt ini, direncanakan selesai pada tahun 2016 mendatang, dan diklaim tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Namun kelompok pecinta lingkungan GreenPeace menyatakan pembangkit listrik ini nantinya akan mencemari air laut, dan merusak ekosistem serta mengancam kehidupan warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani. (AN/KN)