Longlife Holding & Jababeka Berencana Bangun Panti Jompo di Indonesia
Kamis, 04 Oktober 2012 00:04
(JAKARTA-Indonesia) Longlife Holding Co., bekerjasama dengan PT. Jababeka Tbk., pada bulan Desember mendatang, akan mendirikan perusahaan patungan untuk mengelola panti jompo di Indonesia.
Rencananya, panti jompo yang akan dibangun, akan menyediakan sekitar 400 kamar, khusus bagi para lansia Indonesia, dan diperkirakan memiliki prospek yang bagus, sama seperti di Cina.
Ini merupakan yang pertama kalinya perusahaan asal Jepang berencana membangun panti jompo bagi warga Indonesia. Sebelumnya, panti jompo yang dibangun perusahaan atau institusi Jepang hanya ditujukan bagi warga lansia Jepang yang ingin menghabiskan masa tuanya di Indonesia.
Salah satunya proyek pembangunan “Japan Retirement Center” di Desa Paso Minahasa, yang dilaksanakan Kyotango City Tourism Kyoto bekerjasama dengan North Sulawesi Tourism Board (NSTB).
Keduanya telah menandatangani MoU pada bulan Januari silam, bertepatan dengan pelaksanaan ASEAN Tourism Forum (ATF) di Hotel Novotel Manado.
Menurut Direktur Eksekutif NSTB Widijanto dalam kesempatan wawancara Januari silam, resor yang diberi nama “Japan Retirement Center” ini, nantinya akan menjadi tempat wisata sekaligus rumah kedua bagi para pensiunan Jepang, khususnya asal Kota Kyotango Prefektur Kyoto, dan rencananya baru akan direalisasikan pada tahun 2014.
Proyek “Japan Retirement Center” di Desa Paso Minahasa merupakan salah satu proyek yang berhasil direalisasikan, diantara banyaknya proyek dari perusahaan atau institusi Jepang yang hanya sampai tahap wacana, karena mengalami kendala perizinan.
Bisnis pengelolaan panti jompo di Indonesia tampaknya banyak dilirik karena memiliki prospek yang cukup menjanjikan, khususnya bagi Jepang dengan populasi piramida terbalik atau kelompok usia lansia lebih banyak dibandingkan dengan populasi anak-anak atau remaja.
Berdasarkan survei yang dipublikasikan Kantor Kabinet pada Juni silam, warga Jepang yang berusia 65 tahun ke atas, jumlahnya mencapai 23,3 persen dari keseluruhan populasi Jepang atau sebanyak 29,75 juta jiwa. Selain itu, Kantor Kabinet juga memperkirakan pada tahun 2060, 39,9 persen warga Jepang, atau satu dari dua setengah orang, akan berusia 65 tahun atau lebih.
Fakta ini kemudian dimanfaatkan sejumlah pebisnis untuk membangun tempat peristirahatan di luar Jepang bagi para lansia, yang masih dalam kondisi sehat, dan merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan harian setelah pensiun.
“Kebanyakan lansia yang masih tergolong sehat, kadang mengeluh karena merasa bosan tidak melakukan apa-apa di rumah. Panti jompo kemudian dibangun dengan tujuan untuk menjaga dan menghibur para lansia yang kesepian dan merasa bosan,” ujar Paula, Koordinator Panti Wreda Marfati di Cengkareng, Jakarta Barat.
Paula yang telah bekerja lebih dari 20 tahun di Panti Wreda Marfati, mengaku lebih menghargai hidup saat melihat dan merawat para lansia. Baginya, panti jompo bukanlah bisnis semata, tapi juga menjadi cerminan hidup dirinya di masa depan.
“Panti jompo tidak hanya sekedar tempat penghiburan, tapi juga tempat untuk melayani dan menjaga para lansia yang kadang terlupakan. Dari sini tentunya kita dapat lebih menghargai dan menyayangi keluarga kita, khususnya orangtua,” ujar Paula (AN)