Update Terakhir: 17:29 - 09 Des 2011.

Anggota JJC Ziarah ke Makam Jati Petamburan & Taman Prasasti

(Jakarta-Indonesia) Anggota Jakarta Japan Club (JJC) Senin (21/03), melakukan ziarah kubur musim semi bersama, ke makam warga Jepang di Jati Petamburan, Jakarta Pusat, dan Museum Taman Prasasti, Jakarta Barat.


Sekitar 30 orang anggota JJC terlihat hadir, termasuk Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shiojiri Kojiro beserta isteri, Konsulat Jenderal Jakarta Takeshita Yoshihiro, Ketua umum JJC Yamazaki Norio, dan Ketua bidang Anggota Perorangan Migita Hirotaka.


Setelah Migita Hirotaka memberi kata sambutan, para hadirin mulai berdoa, memberikan penghormatan, dan mengenang warga Jepang yang pernah tinggal di Indonesia.


Setelah ziarah di makam Jati Petamburan, rombongan menuju Museum Taman Prasasti di Jl.Tanah abang no.1, yang merupakan kuburan para prajurit perang asal kota Shibata, Prefektur Niigata, untuk melakukan doa bersama demi perdamaian dunia.


Turut hadir Penasihat Anggota Perorangan JJC Ishii Hideo yang ayahnya, Ishii Tarou, merupakan tokoh masyarakat Jepang pada zaman Belanda, serta dikenal dekat dengan sejumlah pemimpin nasional Indonesia.


Ishii dan Amagasa Toshio membacakan doa amitabha, dan mengajak komunitas orang Jepang yang ada di Jakarta, untuk mengenang sejarah.


Acara peringatan bersama mengenang orang Jepang yang telah meninggal pada masa perang, pertama kali dilaksanakan pada tahun 1960, tapi saat iti Ishii Tarou tidak bisa hadir karena sedang berada di Hongkong.


Menurut Ishii Hideo, yang telah lebih dari setengah abad menghadiri upacara peringatan, "mereka yang mendahului kita, akan terus memantau sebagai pelopor, yang berjuang membangun status sosial orang Jepang di Indonesia".


Upacara mengenang warga Jepang yang pernah tinggal di Indonesia, diselenggarakan setiap tahun pada musim semi (akhir Maret, dan musim gugur (awal September) sejak 1960. Di taman makam Petamburan, terdapat 277 abu jenazah warga Jepang yang meninggal pada era yang berbeda, zaman Meiji (35 orang), zaman Taisho (67 orang), zaman Showa (153 orang), zaman Heisei (1 orang), dan yang eranya tidak diketahui sebanyak 21 orang.(Yumi)