Update Terakhir: 17:59 - 14 Apr 2011.

Watanabe Sadao Ikut Tampil dalam Acara Indonesia’s Sympathy for Japan di Jakarta

(Jakarta-Indonesia) Watanabe Sadao (78 tahun), saxophonist terkenal asal Jepang, ikut tampil dalam acara Indonesia’s Sympathy for Japan, yang diselenggarakan Perhimpunan Alumni Dari Jepang (Persada) bekerjasama dengan Metro TV, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan.


Dalam acara yang dihadiri ribuan tamu undangan, termasuk Ketua Penasehat Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ) Ginanjar Kartasasmita, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shiojiri Kojiro, Ketua Umum Persada Rahmat Gobel, dan Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh, Watanabe tampil membawakan delapan lagu hasil ciptaannya sendiri.


Delapan lagu yang ditampilkan Watanabe, yakni “I’m with You” secara solo, “Just a Touch” berduet dengan Ruth Sahanaya, “Men and Women” berduet dengan Dira Sugandi, “Bengawan Solo” secara solo, serta “Share the World”, “Kaze no Yukue”, dan “Kuroi Hitomi” bersama dengan murid-murid Elfa Music School cabang Brawijaya.


“Saya sangat senang dapat tampil dalam acara ini,” ujar Watanabe yang ditemui seusai penampilannya. “Indonesia memiliki musisi-musisi berbakat yang kemampuannya bisa disamakan dengan musisi dunia.”


Saat ditanya mengenai bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret lalu, Watanabe mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga Indonesia atas bantuan serta sikap kepeduliannya selama ini terhadap Jepang.


“Saya benar-benar dapat merasakan kehangatan hati warga Indonesia,” ujar Watanabe. “Terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang telah kalian berikan kepada kami.”


Selain Watanabe, acara juga dimeriahkan berbagai pertunjukkan budaya, seperti pertunjukkan musik Koto (alat musik tradisional Jepang mirip Kecapi-red), Taiko, Eisa, Saman, O-mikoshi, dan lagu kolaborasi bahasa Indonesia dan Jepang dengan diiringi Dwiki Dharmawan Orchestra, yang menunjukkan eratnya persahabatan kedua negara di bidang budaya.



Tidak hanya berbagai pertunjukkan musik dan budaya, dalam kesempatan sama, Nasional Demokrat, yang diwakili Rosita Barrack, istri Surya Paloh, juga menyerahkan sumbangan sebesar satu miliar kepada pemerintah Metro TV, dan nantinya akan disalurkan langsung kepada pemerintah Jepang.


Menanggapi sumbangan yang diberikan, Shiojiri Kojiro mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga Indonesia, yang telah peduli dan simpati kepada Jepang, bahkan menyelenggarakan acara Indonesia’s Sympathy for Japan.


"Sekali lagi, terbukti Indonesia adalah ‘kokoro no tomo’ bagi kami. Untuk itu saya ingin bacakan pantun ini. Cahaya bintang sampai ke bumi bagai cahaya harapan kini dan nanti. Jadi pandu bagi semangat dan usaha. Anda adalah kokoronotomo bagi kami. Terima kasih telah mendampingi kami di masa sulit ini. Terima kasih Indonesia," ujar Dubes Shiojiri dalam sambutannya.



Sementara Rahmat Gobel, yang ditemui seusai acara, mengaku akan melakukan berbagai kegiatan lanjutan melalui Persada untuk membantu Jepang sebagai bentuk balas budi karena Indonesia selalu menerima bantuan dari Jepang.


“Indonesia’s Sympathy for Japan, merupakan rangkaian acara terakhir menyambung kegiatan Pray for Japan, yang pernah kami selenggarakan sebelumnya. Meskipun ini acara terakhir, bukan berarti kami dari Persada akan berhenti memberikan dukungan kepada Jepang,” ujar Rahmat Gobel. “Berbagai kegiatan yang kami selenggarakan merupakan bentuk balas budi kami terhadap Jepang yang sering membantu Indonesia.” (Nova)