Update Terakhir: 17:59 - 27 Mei 2011.

"Keizoku wa Chikara Nari!", Mahasiswi STBA LIA Menang Lomba Pidato Se-Jabodetabek

(Jakarta-Indonesia) Jennifer Sarah, mahasiswi Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA, Sabtu (21/05) menjadi juara pertama lomba pidato bahasa Jepang tingkat Jabodetabek, di Japan Foundation Jakarta Selatan, dengan menyampaikan pidato berjudul 'Keizoku wa chikara nari' yang menceritakan pengalaman pribadinya untuk mengajak pendengar agar tidak berputus asa.



Jennifer (20 tahun) berhasil mengalahkan 10 peserta lainnya dengan membawakan pidato 'Keizoku wa chikara nari' (kelanjutan akan menjadi kekuatan), yang merupakan salah satu peribahasa Jepang yang memiliki makna agar tidak berputus asa dalam menggapai mimpi atau tujuan.



Dalam pidatonya yang berjudul 'Keizoku wa chikara nari' , ia berpesan agar tidak menyerah dan terus mempertahankan cita-cita hingga dapat tercapai. Ia bercerita mengenai pengalamannya ketika masuk ke dalam klub karate sewaktu masih duduk di bangku SMA, dan merasa gagal ketika tidak pernah memenangkan pertandingan satu kali pun. Kegagalan itu membuatnya putus asa dan memutuskan untuk berhenti berlatih.



Namun, ketika masuk ke dalam kelompok teater ia banyak mengikuti berbagai pentas dan dipuji banyak orang. Ketika itu, ia menyadari bahwa yang menyebabkan dirinyatidak bisa menang adalah berhenti di tengah-tengah sebelum berusaha lebih keras.



"Jika melakukan sesuatu harus dilakukan niat dan keseriusan, sehingga bisa belajar dan melakukan apapun dengan baik. Maka hasilnya pun menjadi baik," ujar Jennifer, yang juga merupakan Wakil Ketua Kelompok Teater Mahasiswa 'En-juku'.



Selain itu, Dian Permana dari Universitas Darma Persada, menjadi juara kedua dengan pidato berjudul 'Midori no Yume' (Mimpi Hijau) yang menyerukan penghijauan.



Sementara, Rien yang merupakan mahasiswa Universitas Bina Nusantara meraih juara ketiga, dengan judul pidato 'Tanjun na koto ga jinsei o kaeru' (Sesuatu yang biasa dapat mengubah kehidupan) dengan mengajak pendengar untuk menghargai sesama.



"Bukan hanya mengenai menang atau kalah. Tapi saya ingin menyampaikan pesan berharga dari pengalaman pribadi, agar bisa dijadikan pelajaran dan memberikan kekuatan bagi orang lain." tambah Jennifer.



Lomba pidato tahun ini diikuti 11 peserta dari berbagai universitas dan lembaga bahasa Jepang di wilayah Jabodetabek. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, yaitu sebanyak 17 orang.



Nantinya pada 11 Juni mendatang, ketiga pemenang, akan kembali mengikuti lomba pidato tingkat nasional ke-40 di Auditorium RRI, Jakarta Pusat.



Direktur Jenderal Japan Foundation Jakarta Kanai Atsushi, menyatakan, "Lomba pidato tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan bahasa Jepang para peserta, namun juga mengembangkan minat dan semangat para pembelajar bahasa Jepang." (Yuki)