Update Terakhir: 16:46 - 02 Des 2011.

Tim Peneliti OBI & NCNP Kembangkan Senyawa Kimia Penghambat Duchenne

(Hyogo-Jepang) Tim peneliti dari the Osaka Bioscience Institute (Osaka Baiosaiensu Kenkyuujo/OBI) dan the National Center of Neurology and Psychiatry (Kokuritsu Seshin Shinkei Sentaa/NCNP), Jumat (10/12), mengumumkan telah berhasil mengembangkan senyawa kimia, yang dapat memperlambat distrofi otot Duchenne (DMD) pada anjing, dalam pertemuan the Japanese Biochemical Society di kota Kobe, Prefektur Hyogo.

Para peneliti percaya penemuan senyawa kimia ini, akan membuka jalan bagi pengobatan penyakit genetik lain pada manusia.

Distrofi otot Duchenne (DMD), merupakan penyakit genetik yang ditandai dengan kelemahan dan kemunduran otot dalam mengendalikan tubuh, dan hanya ditemukan pada pria, dengan rasio 1: 3,500 orang. DMD berkembang dengan cepat, banyak pasien yang terpaksa menggunakan kursi roda pada usia 5 atau 6 tahun, dan sampai sekarang obat penyembuhnya belum ditemukan.

Dalam eksperimennya, tim peneliti yang dipimpin Urade Yoshihiro dari Osaka Bioscience Institute, menyatukan senyawa kimia, yang dapat menghambat aktivitas enzim penghasil Prostaglandin D2, yaitu peradangan yang berkumpul disekitar otot yang rusak. Senyawa kimia kemudian memperlambat perkembangan DMD, dan memperbaiki fungsi otot pada saat yang bersamaan.

Saat peneliti memberikan senyawa kimia pada tikus yang menderita DMD, jumlah jaringan otot mati berkurang setengahnya selama lima hari. Peneliti kemudian memberikan senyawa kimia pada anjing dengan penyakit yang sama, dan berhasil membuat anjing kembali sehat bahkan dapat berlari setelah satu tahun menjalani pengobatan.

“Senyawa kimia ini terbukti dapat mengembalikan jaringan otot yang mati. Kami harap dapat melakukan percobaan yang sama terhadap manusia dalam waktu dekat,” ujar Urade. (Nova/MN)