Ditentang Warga Setempat, Pembangunan Masjid di Prefektur Ishikawa Terancam Batal

(Ishikawa-Jepang) Pembangunan masjid di Kota Kanazawa, Prefektur Ishikawa terancam batal karena mendapat tentangan dari warga sekitar yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan rumah ibadah umat muslim di daerahnya.


Menurut berita yang dilansir Yomiuri Shimbun, Selasa (04/10), pembangunan masjid telah direncanakan sejak 3 tahun lalu oleh Asosiasi Muslim Ishikawa (AMI), yang anggotanya sebagian besar merupakan para pelajar asing muslim dari Asia Tenggara dan Timur Tengah.


Sejumlah mahasiswa bahkan mengunjungi seluruh masjid di Jepang dan berhasil mengumpulkan uang sebesar 30 juta yen, untuk membiayai pembangunan masjid yang direncanakan setinggi dua lantai.


Berdasarkan keterangan AMI, selama ini seluruh warga muslim di Prefektur Ishikawa, yang jumlahnya lebih dari 100 orang, hanya menggunakan satu rumah kecil untuk dijadikan musholla, dan hanya dapat menampung 10 orang untuk satu kali sholat berjamaah.


“Karena keterbatasan tempat ibadah, maka kami berinisiatif untuk membangun masjid di Kanazawa. Masjid ini akan menjadi masjid pertama di Prefektur Ishikawa,” ujar salah seorang perwakilan AMI.


Terkait dengan rencana pembangunan masjid yang akan dilakukan, AMI juga mengundang warga di tiga kota sekitar Kanazawa, untuk memperkenalkan budaya Islam, sehingga warga dapat mengerti dan merasa nyaman dengan keberadaan masjid.


Namun, cara itu nampaknya tidak berhasil karena hanya sekitar 20 orang yang hadir, dan sebagian besar warga menentang pembangunan masjid dengan alasan khawatir masjid itu akan menjadi sarang bagi para teroris.


“Penyebab utama kami menentang pembangunan masjid di Ishikawa karena takut akan teror yang nanti ditimbulkan,” ujar perwakilan masyarakat setempat. “Meskipun telah dijelaskan, para orang tua tetap merasa tidak nyaman dengan kehadiran masjid ini nantinya.”


Sebenarnya AMI telah mengantongi izin dari pemerintah setempat untuk membangun masjid di Kanazawa, namun tidak menginginkan konfrontasi dengan warga sekitar, sehingga berbagai usaha mulai dari pendekatan untuk memperkenalkan budaya islam mulai gencar dilakukan sejak bulan lalu.


“Kami tidak ingin membangun masjid ini, jika warga sekitar tetap menentang,” ujar perwakilan AMI. “Mungkin kami membutuhkan waktu lebih lama untuk memperkenalkan budaya islam yang cinta damai agar lebih diterima warga Jepang.” (AN/YN)