Penerima Beasiswa Rampungkan Studi Walau Alami Bencana

(JAKARTA) Selesai sekolah dari Jepang, para mahasiswa penerima beasiswa tersebar di berbagai daerah dan jenis profesi. Kedutaan Besar Jepang berusaha mengumpulkan kembali alumni Jepang yang lulus sebagai sambutan kepulangan dan memperkuat jaringan di antara mereka.

“Dua tahun lalu terjadi bencana gempa di Jepang, meskipun sangat menyedihkan. Tapi dengan adanya bencana hubungan dua negara menjadi meningkat,” ungkap Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Katori Yoshinori, dalam sambutannya, Rabu (06/03).


Bencana gempa sempat dialami penerima beasiswa periode ini, menimbulkan rasa was-was dan kekhawatiran keluarga, bahkan beberapa terpaksa pulang sementara ke Indonesia. Meskipun begitu, para penerima beasiswa ini mampu melanjutkan studinya hingga lulus.


Duta besar Katori menambahkan, “Saya berharap saudara menjaga dan meningkatkan hubungan yang terjalin. Saya sudah mengunjungi beberapa daerah dan melihat keindahan alam Indonesia. Saya harap saudara semua dapat memperkenalkan keindahan Indonesia kepada teman Jepang dan juga sebaliknya.”


Acara ini mengumpulkan alumni Jepang yang periode beasiswanya habis pada 2012. Tiap tahunnya Kedutaan Jepang melepas 200 penerima beasiswa yang terbagi dalam 7 program berbeda. Kali ini ada 24 orang orang alumni dari berbagai universitas yang hadir. Selain penerima beasiswa dari pemerintah Jepang, ada 1 orang dari Inpex, 1 dari Panasonic dan 3 orang dari Mitsui.


Selain beramah-tamah antar alumni, acara ini juga diisi perkenalan dari Persatuan Alumni dari Jepang (Persada) dan Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI).


Ismaji Hadisumarto, wakil ketua Persada Pusat menyampaikan, ”Apa yang didapat di Jepang agar juga dibagikan ke Indonesia, ambil kebudayaan yang baik dan perkokoh hubungan yang terjalin.”


Para alumni menyampaikan tak hanya ilmu yang mereka dapat selama di Jepang, namun manfaat lain dari sikap hidup orang Jepang.


“Saya terkesan dengan Jepang yang sangat bersih. Saya pun menjadi lebih disiplin dan meniru sikap mereka yang berusaha sungguh-sungguh dan rela berkorban ketika menginginkan sesuatu,” ungkap NikenTrimahayani, penerima beasiswa Ritsumeikan University (2010-2012).


Pengalaman kuliah di Negeri Sakura juga meninggalkan kesan mendalam bagi Selvia (25 tahun) yang mendapat beasiswa di Fukushima University.


“Meskipun PLTN Fukushima cukup jauh, 80 km dan tempat tinggal tak terkena dampak tsunami, saya ikut dalam rombongan 100 orang yang dipulangkan Kementerian Luar Negeri,” ungkap Selvia.


Selvia kemudian berada di Indonesia selama 1,5 bulan karena diliburkannya perkuliahan sebagai antisipasi radiasi. Meskipun kondisi sulit, ia berhasil merampungkan kuliah di Fukushima University.


Sebagai negara dengan teknologi tinggi, Jepang masih menjadi favorit para pencari beasiswa. Duta besar Katori menuturkan tak perlu khawatir bagi yang ingin belajar di Jepang. Walaupun ada wilayah bahaya dan terlarang tapi di daerah lain dapat tinggal dengan aman dan nyaman.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang