Tingkatkan Mutu, SV UGM Kerjasama dengan Politeknik Jepang
Kamis, 07 Maret 2013 00:39
(YOGYAKARTA) Politeknik yang mengajarkan ilmu praktis dan terapan sangat potensial dikembangkan, karena lulusannya punya keterampilan dan bisa berperan dalam pengembangan teknologi. Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), yang setara politeknik berusaha meningkatkan mutu pendidikan dengan bekerjasama dengan asosiasi politeknik Jepang.
“Kini baru tahap MoU dulu untuk membuka kerjasama yang luas. Ke depan direncanakan pertukaran mahasiswa riset dan magang. Begitu pula pertukaran peneliti, visiting researcher dan pertukaran lecture antara Indonesia dan Jepang,” ungkap Wikan Sakarinto, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV UGM, Selasa (05/03).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan dalam acara Joint Seminar antara SV UGM dengan Asosiasi Politeknik Jepang, Kamis (28/02). Hadir dalam acara tersebut Direktur SV UGM, Hotma Prawoto S, Rektor UGM, Pratikno, Presiden Politeknik Akashi, Kyoukane Jun. Sementara dari Pemerintah Jepang ada Direktur Kantor Kerjasama Internasional Matsuda Yasutaka dan Ministry of Education-Kedubes Jepang untuk Indonesia, Shindo Yusuke.
Wikan menambahkan, “Awalnya kerjasama ini bermula dari kunjungan SV UGM dengan program Scheme of Academic Mobility Exchange (SAME) dari Dikti. Selama dua minggu di Jepang mengunjungi Politeknik Teknologi Akashi untuk kerjasama Joint Seminar.”
Turut bergabung dalam seminar beberapa Politeknik di Jepang antara lain Politeknik Teknologi Nasional Akashi, Asosiasi Politeknik Teknologi Nasional Jepang, Politeknik Kagoshima, Politeknik Kitakyushu dan lain-lain. Joint seminar mengambil tema ‘Vocational Education In Indonesia And Japan For Real Work And Beyond.’
Acara yang bertempat di Graha Sabha Pramana UGM yang diikuti 1100 orang, 70 persen berasal dari SMK.
SV UGM berencana pasca MoU ini akan ada kemungkinan bagi mahasiswa mengerjakan tugas akhir di Indonesia dan di Jepang. Wikan menjelaskan, skemanya mungkin dua bulan mengerjakan di Indonesia dan dua bulan di lab politeknik Jepang di bawah dosen penyelia. Sehingga dapat turut mempelajari teknologi di Negeri Sakura. Bidang yang akan diikutkan yakni manufaktur, teknik mesin serta informatika.
Melihat kondisi demografis Jepang yang kini lebih banyak warga lanjut usia dan semakin sedikitnya generasi muda produktif, ada kesempatan bagi lulusan vokasi Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerjanya.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Memo Bisnis
| Toyota Garap Segmen City Car dengan Etios Valco 13/03/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Ultraman Muncul di Kompetisi Cosplay 05/03/2013 |
| artikel lainnya |
