13 Lembaga Pendidikan Tampil Dalam Japan Study Fair 2013
Senin, 22 April 2013 00:39
(JAKARTA) 13 lembaga pendidikan asal Jepang ikut serta dalam pameran pendidikan, Japan Study Fair (JSF) 2013 yang menawarkan informasi mengenai sekolah bahasa, sekolah kejuruan dan universitas pada Minggu (21/04) silam di Universitas Atmajaya, Jakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan media pendidikan Jepang QtoJapon bekerjasama dengan pusat informasi pendidikan Jepang, Japan Indonesia Network (JIN) dan lembaga kursus Nihon no Bunka Center (NBC) di Bandung.
“Saat ini jumlah penduduk di Jepang semakin menurun, dan tentunya juga berpengaruh pada pendidikan. Oleh karena itu, kita membuka seluas-luasnya pemuda dari negara lain untuk dapat belajar ke Jepang,” ungkap Kanazawa Masato, Presiden QtoJapon.
Kanazawa menambahkan, “Banyak yang menganggap biaya hidup maupun sekolah di Jepang itu mahal, namun di sini beberapa instansi juga memberikan keringanan.”
Kegiatan yang pernah dihelat di Taiwan dan China diikuti antara lain The University of Electro Communication, Universitas Shizuoka, Kyoto Minzai, AOB Beauty, Japanese Education in Tokyo, Tokyo World Languange, Yokohama International Education dan sebagainya.
“Beberapa orang Indonesia ada yang belajar di sekolah kita. Namun dengan datang ke sini, akan lebih mudah memperkenalkan Arc Academy secara langsung,” ujar Oikawa Hiroko, Kepala Koordinator Departemen Program Internasional Arc Academy. “Sekolah kita ada di beberapa kota yaitu di Shibuya, Shinjuku, Osaka dan Kyoto dan strategis, cukup dekat dengan stasiun kereta.”
Arc Academy yang berdiri sejak 1986 memiliki beberapa kelas, di antaranya kelas persiapan masuk universitas swasta maupun negeri, kelas bisnis atau perusahaan, maupun kelas singkat untuk belajar bahasa Jepang. Lulusannya banyak yang masuk ke Universitas Tokyo, Universitas Kobe, Universitas Waseda, Universitas Kyoto, Universitas Keio dan lain-lain.
Sementara, dengan tingginya biaya hidup di Jepang, Arc Academy membantu siswa untuk mencari kerja paruh waktu. Biaya sekolah selama setahun, berkisar antara 640.000-780.000 yen. Kemudian, untuk tempat tinggal disediakan asrama atau homestay di keluarga Jepang.
Selain Arc Academy, juga ada Waseda Edu Language School yang berlokasi di Tokyo dan Yokohama. “Siswa kita sampai 90% dapat lolos ke universitas negeri maupun swasta. Kita sediakan kelas dari level pemula hingga kelas persiapan EJU dan tes kemampuan bahasa Jepang N2 dan N1. Bagi yang lulus dari sini kita berikan sertifikat,” ujar Jang Se Wook, Manajer Waseda Edu.
Jang menambahkan, “Untuk ujian EJU dilaksanakan pada bulan Juni dan November. Bagi yang memiliki nilai EJU di atas 305, bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang.”
Japan Study Fair 2013 yang diadakan di Universitas Atmajaya, menarik siswa dan mahasiswa untuk datang, salah satunya mahasiswa perguruan tinggi negeri, Saeful Anwar (20) yang berminat melanjutkan kuliah di Jepang setelah lulus S1. “Saya ingin mencari informasi bagaimana melanjutkan studi di Jepang terutama ke Universitas Waseda. Ada satu sekolah bahasa yang membuat saya tertarik karena membantu untuk mencarikan kerja part time. Ini cukup memudahkan buat terutama biaya hidup bagi mahasiswa asing.’’
Sehari sebelumnya, JSF 2013 digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menarik hingga 800 lebih pengunjung. Sementara untuk di Jakarta diperkirakan 140 orang yang datang.
(JAKARTA) 13 lembaga pendidikan asal Jepang ikut serta dalam pameran pendidikan, Japan Study Fair (JSF) 2013 yang menawarkan informasi mengenai sekolah bahasa Jepang, sekolah kejuruan dan universitas pada Minggu (21/04) silam.
Kegiatan ini diselenggarakan media pendidikan Jepang QtoJapon bekerjasama dengan pusat informasi pendidikan Jepang, Japan Indonesia Network (JIN) dan lembaga kursus Nihon no Bunka Center (NBC) di Bandung.
“Saat ini jumlah penduduk di Jepang semakin menurun, dan tentunya juga berpengaruh pada pendidikan. Oleh karena itu, kita membuka seluas-luasnya pemuda dari negara lain untuk dapat belajar ke Jepang,” ungkap Kanazawa Masato, Presiden QtoJapon.
Kanazawa menambahkan, “Banyak yang menganggap biaya hidup maupun sekolah di Jepang itu mahal, namun di sini beberapa instansi juga memberikan keringanan.”
Kegiatan yang pernah dihelat di Taiwan dan China diikuti antara lain The University of Electro Communication, Universitas Shizuoka, Kyoto Minzai, AOB Beauty, Japanese Education in Tokyo, Tokyo World Languange, Yokohama International Education dan sebagainya.
“Beberapa orang Indonesia ada yang belajar di sekolah kita. Namun, dengan datang ke sini, akan lebih mudah memperkenalkan Arc Academy secara langsung,” ujar Oikawa Hiroko, Kepala Koordinator Departemen Program Internasional Arc Academy. “Sekolah kita ada di beberapa kota yaitu di Shibuya, Shinjuku, Osaka dan Kyoto dan strategis, cukup dekat dengan stasiun kereta.”
Arc Academy yang berdiri sejak 1986 memiliki beberapa kelas, di antaranya kelas persiapan masuk universitas swasta maupun negeri, kelas bisnis atau perusahaan, maupun kelas singkat untuk belajar bahasa Jepang. Lulusannya banyak yang masuk ke Universitas Tokyo, Universitas Kobe, Universitas Waseda, Universitas Kyoto, Universitas Keio dan lain-lain.
Sementara, dengan tingginya biaya hidup di Jepang, Arc Academy membantu siswa untuk mencari kerja paruh waktu. Biaya sekolah selama setahun, berkisar antara 640.000-780.000 yen. Kemudian, untuk tempat tinggal disediakan asrama atau homestay di keluarga Jepang.
Selain Arc Academy, juga ada Waseda Edu Language School yang berlokasi di Tokyo dan Yokohama. “Siswa kita sampai 90% dapat lolos ke universitas negeri maupun swasta. Kita sediakan kelas dari level pemula hingga kelas persiapan EJU dan tes kemampuan bahasa Jepang N2 dan N1. Bagi yang lulus dari sini kita berikan sertifikat” ujar Jang Se Wook, Manajer Waseda Edu.
Jang menambahkan, “Untuk ujian EJU dilaksanakan pada bulan Juni dan November. Bagi yang memiliki nilai EJU di atas 305, bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang.”
Japan Study Fair 2013 yang diadakan di Universitas Atmajaya, menarik siswa dan mahasiswa untuk datang, salah satunya mahasiswa perguruan tinggi negeri, Saeful Anwar (20) yang berminat melanjutkan kuliah di Jepang setelah lulus S1. “Saya ingin mencari informasi bagaimana melanjutkan studi di Jepang terutama ke Universitas Waseda. Ada satu sekolah bahasa yang membuat saya tertarik karena membantu untuk mencarikan kerja part time. Ini cukup memudahkan buat terutama biaya hidup bagi mahasiswa asing.’’
Sehari sebelumnya, JSF 2013 digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menarik hingga 800 lebih pengunjung. Sementara untuk di Jakarta diperkirakan 300 orang yang datang.
(JAKARTA) 13 lembaga pendidikan asal Jepang ikut serta dalam pameran pendidikan, Japan Study Fair (JSF) 2013 yang menawarkan informasi mengenai sekolah bahasa Jepang, sekolah kejuruan dan universitas pada Minggu (21/04) silam.
Kegiatan ini diselenggarakan media pendidikan Jepang QtoJapon bekerjasama dengan pusat informasi pendidikan Jepang, Japan Indonesia Network (JIN) dan lembaga kursus Nihon no Bunka Center (NBC) di Bandung.
“Saat ini jumlah penduduk di Jepang semakin menurun, dan tentunya juga berpengaruh pada pendidikan. Oleh karena itu, kita membuka seluas-luasnya pemuda dari negara lain untuk dapat belajar ke Jepang,” ungkap Kanazawa Masato, Presiden QtoJapon.
Kanazawa menambahkan, “Banyak yang menganggap biaya hidup maupun sekolah di Jepang itu mahal, namun di sini beberapa instansi juga memberikan keringanan.”
Kegiatan yang pernah dihelat di Taiwan dan China diikuti antara lain The University of Electro Communication, Universitas Shizuoka, Kyoto Minzai, AOB Beauty, Japanese Education in Tokyo, Tokyo World Languange, Yokohama International Education dan sebagainya.
“Beberapa orang Indonesia ada yang belajar di sekolah kita. Namun, dengan datang ke sini, akan lebih mudah memperkenalkan Arc Academy secara langsung,” ujar Oikawa Hiroko, Kepala Koordinator Departemen Program Internasional Arc Academy. “Sekolah kita ada di beberapa kota yaitu di Shibuya, Shinjuku, Osaka dan Kyoto dan strategis, cukup dekat dengan stasiun kereta.”
Arc Academy yang berdiri sejak 1986 memiliki beberapa kelas, di antaranya kelas persiapan masuk universitas swasta maupun negeri, kelas bisnis atau perusahaan, maupun kelas singkat untuk belajar bahasa Jepang. Lulusannya banyak yang masuk ke Universitas Tokyo, Universitas Kobe, Universitas Waseda, Universitas Kyoto, Universitas Keio dan lain-lain.
Sementara, dengan tingginya biaya hidup di Jepang, Arc Academy membantu siswa untuk mencari kerja paruh waktu. Biaya sekolah selama setahun, berkisar antara 640.000-780.000 yen. Kemudian, untuk tempat tinggal disediakan asrama atau homestay di keluarga Jepang.
Selain Arc Academy, juga ada Waseda Edu Language School yang berlokasi di Tokyo dan Yokohama. “Siswa kita sampai 90% dapat lolos ke universitas negeri maupun swasta. Kita sediakan kelas dari level pemula hingga kelas persiapan EJU dan tes kemampuan bahasa Jepang N2 dan N1. Bagi yang lulus dari sini kita berikan sertifikat” ujar Jang Se Wook, Manajer Waseda Edu.
Jang menambahkan, “Untuk ujian EJU dilaksanakan pada bulan Juni dan November. Bagi yang memiliki nilai EJU di atas 305, bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang.”
Japan Study Fair 2013 yang diadakan di Universitas Atmajaya, menarik siswa dan mahasiswa untuk datang, salah satunya mahasiswa perguruan tinggi negeri, Saeful Anwar (20) yang berminat melanjutkan kuliah di Jepang setelah lulus S1. “Saya ingin mencari informasi bagaimana melanjutkan studi di Jepang terutama ke Universitas Waseda. Ada satu sekolah bahasa yang membuat saya tertarik karena membantu untuk mencarikan kerja part time. Ini cukup memudahkan buat terutama biaya hidup bagi mahasiswa asing.’’
Sehari sebelumnya, JSF 2013 digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menarik hingga 800 lebih pengunjung. Sementara untuk di Jakarta diperkirakan 300 orang yang datang.
-- /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} -->| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

