Kikuchi Terutake, Pemilik Restoran Tertua di Jakarta Tutup Usia [14/10-10:40]

(Jakarta-Indonesia) Kikuchi Terutake, warga Jepang yang pernah tinggal di Indonesia sejak Perang Dunia kedua, sekaligus pemilik restoran 'Kikugawa', Sabtu (09/10) meninggal dunia dalam usia 93 tahun, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.



Kikuchi Terutake lahir pada tahun 1918 di Prefektur Saga. Kikuchi pertama kali datang ke Jakarta pada masa Perang Dunia kedua pada tahun 1942, saat tentara kekaisaran Jepang melakukan invasi ke pulau Jawa.




Selama hidup, ia menikah dengan wanita asal Manado, dan ketika situasi politik Indonesia mulai stabil, pada 21 April 1969 Kikuchi membuka restoran Jepang 'Kikugawa' di Cikini, Jakarta Pusat.



'Kikugawa' diambil dari salah satu kanji namanya. Sementara, 'gawa' (sungai), diambil dari judul lagu 'Bengawan Solo' atau dalam bahasa Jepang berarti Solo Gawa (Sungai Solo).



Saat itu, warga Jepang yang tinggal di Jakarta hanya sekitar 700 orang, dan hanya terdapat restoran Cina atau Eropa. Namun, restoran 'Kikugawa' menjadi salah satu tempat favorit untuk berkumpulnya para staf kedutaan, pegawai, jurnalis, hingga pelajar dan mahasiswa Jepang.



Konsul Jenderal di Medan Hamada Yuuji, yang datang ke Indonesia sejak tahun 1970-an, dan berteman dengan Kikuchi, menyatakan, "Saya tidak hanya banyak mendapatkan penjelasan mengenai kondisi terkini di Indonesia, namun juga diajarkan cara bersahabat dengan warganya." (II/JS)