JLMC Bidik Mahasiswa Teknik Belajar Bahasa Jepang
Kamis, 18 April 2013 00:39
(BANDUNG) Semakin meningkatnya jumlah perusahaan Jepang di Indonesia, tidak diimbangi dengan permintaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu berbahasa Jepang, mendorong lembaga kursus Japanese Languange Management Center (JMLC) menyasar mahasiswa di Bandung belajar bahasa Jepang.
Presiden Direktur PT OS Service yang membawahi JLMC, Miyajima Satoshi, menyatakan, "Perusahaan Jepang semakin banyak yang masuk ke Indonesia, terutama di bidang industri dan teknologi. Sementara banyak universitas di Bandung yang memiliki mahasiswa jurusan teknik, kita ingin memudahkan mereka untuk bisa masuk ke perusahaan Jepang.”
Miyajima juga menambahkan, “Selain membuka kelas untuk pelajar dan mahasiswa, juga ada kelas untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada trainee perusahaan, atau calon magang (kenshusei) ke Jepang.”
JLMC yang berdiri pada Januari 2012 ini, merupakan kerjasama antara Miyajima Satoshi dan dua dosen Satra Jepang Unpad yakni, Yuyu Yohana dan Jonjon Johana, yang juga menjadi staf pengajar JLMC.
“Ketika bertemu dengan Miyajima, kami memiliki kesamaan visi, akhirnya mulailah merintis lembaga ini. Saya juga pernah memiliki pengalaman selama 17 tahun mengajar di lembaga kursus, jadi di awal tidak begitu sulit menjalankannya,” ungkap Yuyu.
JLMC menyediakan berbagai paket kursus untuk pelajar, mahasiswa dan umum di antaranya, kursus bahasa Jepang tingkat dasar hingga mahir dan percakapan (kaiwa). Selain itu, melayani konsultasi mengenai perusahaan Jepang, paket tour, jasa penerjemahan maupun interpreter. Untuk kursus, terbagi menjadi kelas reguler dan privat yang diadakan selama 5 hari kerja.
Saat ini staf pengajarnya ada 10 orang, dan dua di antaranya adalah warga Jepang. Sementara yang lainnya merupakan dosen Sastra Jepang di sejumlah universitas di Bandung. Selain itu, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang antara lain, ruangan ber-AC, wifi, perpustakaan dan audio visual system.
JLMC juga merupakan lembaga kursus pertama di Indonesia, yang telah mengantongi ISO29990 standar sertifikasi internasional yang ditujukan pada kualitas pendidikan non formal. Sertifikat ini dikeluarkan perusahaan penerbit sertifikat yakni JAMOTE di Jepang.
“Ke depannya, kita akan semakin meningkatkan kualitas pembelajaran, juga ditargetkan peserta kursus meningkat 10% setiap bulannya. Jadi tahun ini kita targetkan meningkat 70%,” tandas Yuyu.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
