Indonesian Week APU Suguhkan Drama Malin Kundang


(OITA) Indonesia memiliki budaya yang beragam, mendorong mahasiswa Indonesia di Ritsumeikan Asia Pasific University (APU) menampilkan cerita rakyat Sumatera Barat, Malin Kundang dalam Indonesian Week yang akan digelar pada 24 hingga 28 Juni 2013 mendatang.

Kisah mengenai anak yang durhaka terhadap ibunya ini, dikemas dalam bentuk drama yang menjadi bagian acara puncak, Grand Show Indonesian Week yang akan dihelat di hari terakhir.

"Tahun ini kita menampilkan nuansa Sumatera untuk memperkenalkan jika Indonesia bukan hanya Bali dan Jawa saja, sementara cerita Malin Kundang berasal dari Sumatera Barat," ungkap Felix Hartanto, Koordinator Divisi Humas Eksternal Indonesian Week 2013, Rabu (12/06). Kami juga ingin menghadirkan kisah yang berbeda dari drama yang pernah ditampilkan sebelumnya yang melulu berakhir bahagia, sementara Malin Kundang menceritakan mengenai tragedi, tambahnya.

Indonesian Week 2013 yang bertema ‘Indonesia for Everyone’, pada acara harian menghadirkan berbagai budaya Indonesia di antaranya, parade penari berbusana tradisional, Indonesia Corner dengan sentuhan budaya Padang, berbagai masakan khas Indonesia, dan pertunjukan musik angklung. Sementara, acara puncak atau Grand Show, selain drama Malin Kundang, akan dimeriahkan tarian tradisional antara lain, tari saman, tari piring, rentak besapih, renggong manis, kecak serta beberapa pertunjukan lain yaitu tarian gabungan (medley dance), perkusi, fashion show dan live music.


Menurut Felix yang juga mahasiswa jurusan Akuntansi dan Finance College of International Management APU, Indonesian Week walaupun diadakan di dalam lokasi dalam kampus, namun acara ini terbuka untuk umum. “Acara kami selalu terbuka untuk umum dan bisa dibilang Indonesian Week merupakan salah satu week yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya, terutama Grand Show-nya. Pengunjung yang datang juga datang dari berbagai negara,” ujarnya.


Indonesian Week merupakan salah satu runtutan kegiatan dalam Multiculturasl Week di APU yang telah diselenggarakan sejak 2002 silam. Selain kegiatan memperkenalkan budaya Indonesia, APU yang dikenal sebagai kampus multibudaya ini, juga ada Philippine Week, Vietnamnese Week, Korean Week, Thai Week, dan Chinese Week yang diadakan berturut turut setiap minggunya.


Saat ini terdapat 180 mahasiswa Indonesia yang belajar di APU dan beberapa di antaranya menjadi panitia maupun pengisi acara, bahkan ada juga mahasiswa internasional yang terlibat. Sesuai dengan tema Indonesia for Everyone , semua orang yang berpartisipasi baik sebagai penonton maupun panitia dharapkan dapat merasakan kebudayaan Indonesia melalui acara ini.

“Kami berharap pengunjung yang datang juga dapat merasakan kebudayaan Indonesia dan pulang dengan perasaan senang, karena itu kami tidak pernah menargetkan berapa orang yang datang,” tandas Felix.