Detektor Warna Gigi Antarkan Mahasiswa UNY Presentasi di Chiba
Kamis, 20 Juni 2013 00:39
(YOGYAKARTA) Mahasiswa Indonesia tak kalah inovatif dalam berkreasi di bidang teknologi. Berkat alat pendeteksi warna gigi, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diundang ke Chiba untuk melakukan presentasi di forum International Conference on Electrical, Computer, Electronics and Communication Engineering.
Gigi sehat dengan warna cerah adalah hal penting dalam menunjang penampilan, untuk itu pendeteksi tingkat warna gigi amat diperlukan dalam perawatan. Sayangnya, alat yang ada sebagian besar masih manual dan hasilnya kurang efektif serta tak memuaskan. Hal ini menimbulkan ide dari tim mahasiswa UNY memanfaatkan ilmu elektronika dalam pendeteksian warna gigi.
“Dengan alat ini tinggal menyentuhkan stik sensor ke gigi, maka kode warna akan muncul di layar LCD. Alat ini menggunakan sensor TSL230 untuk mendeteksi tingkat warna gigi dan mikrokontroler ATMega16 sebagai prosesor data,” ungkap Nova Suparmanto, salah seorang anggota tim, Rabu (19/06).
Nova menambahkan, “Awalnya kami berdiskusi dengan dosen UNY untuk penciptaan alat ini. Biaya pembuatannya tak terlalu besar kurang dari Rp500.000 dan komponen-komponennya bisa didapatkan di dalam negeri.”
Penelitian dan pembuatan alat ini dilakukan tim yang terdiri dari Nova Suparmanto, Laila Fitria Mufidah, Reni Nastiti, Vindy, dan Andik Asmara. Awalnya piranti ini hanya disertakan dalam kompetisi alat nasional di Universitas Airlangga pada 2012 dan masuk 3 besar, namun kemudian dikirimkan pula ke World Academy of Science Enginering and Technology (WASET).
Pada perkembangan berikutnya, paper mereka ternyata diterima oleh WASET. Mewakili tim, Nova Suparmanto, (Teknik Informatika) dan Rizky Hadi Oktiavenny (Pendidikan Teknik Elektro) UNY diundang mempresentasikan hasil karya tim mereka dalam acara yang diselenggarakan WASET di Narita Tobu Hotel, Chiba, Tokyo pada 30 hingga 31 Mei silam.
Presentasi dilakukan Rizky Hadi Oktiavenny yang menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia di antara delegasi lain yang merupakan peneliti (dosen, doktor, profesor). Peneliti lain yang hadir berasal dari perguruan tinggi negara-negara maju dan berkembang seperti Jerman, Taiwan, Jepang, AS, Korea Selatan, Mesir, Perancis, Peru, Arab Saudi, Nigeria, Thailand, Malaysia, Australia, Hongaria, dan Republik Czech.
WASET sendiri merupakan organisasi yang terdiri dari peneliti muda berbakat dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu pengetahuan, teknik, lingkungan, dan sains yang memiliki motivasi tinggi untuk menyediakan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakatdi dunia.
Salah satu kontribusi WASET yakni The XXXIV ICECECE 2013 yang kali ini diadakan di Jepang. Selain itu konferensi internasional juga diadakan di berbagai negara, seperti New York, Kopenhagen (Denmark) dan beberapa negara lainnya. Dalam pertemuan ini, semua peserta baik peneliti muda maupun yang sudah berpengalaman yang terdiri dari doktor dan professor bertukar ide dan pengalaman penelitian dari sudut pandang yang berbeda untuk memberikan solusi yang terbaik untuk pembangunan di dunia.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
