Industri Makanan Gencarkan Program Daur Ulang Limbah
Kamis, 30 Oktober 2014 15:57
(Tokyo) Perusahaan makanan kian gencar mempromosikan program daur ulang sisa limbah dari proses produksi, yang kemudian diolah untuk selanjutnya dibuat menjadi produk baru. Selain membantu mengurangi limbah, disisi lain program ini turut membantu peningkatan laba perusahaan.
Di Jepang, Starbucks Coffee Japan Ltd. meluncurkan sistem “food recycle loop” yang dimulai Maret silam, yakni mendaur ulang ampas kopi yang dihasilkan dari penjualan, untuk dirubah menjadi pupuk kompos untuk tanaman, dan juga dijadikan makanan sapi. Tanaman yang tumbuh, dan produk susu yang dihasilkan dari sapi tersebut kemudian dijual kembali di toko.
Sistem ini merupakan salah satu proyek pengimplementasian Undang-undang Daur Ulang Makanan yang mewajibkan perusahaan makanan mendaur ulang sisa limbah dari proses produksi.
Setiap harinya sekitar 7.000 ton ampas kopi dihasilkan dari penjualan di seluruh gerai Starbucks yang tersebar di seluruh Jepang. Dengan adanya sistem “food recycle loop”, diharapkan jumlah sisa limbah yang dihasilkan dapat berkurang hingga sekitar 40%. Starbucks berencana untuk memperluas penerapan sistem ini pada tahun fiskal 2018.
Perusahaan lain yang juga menerapkan program daur ulang adalah Ito En Ltd., yang memproduksi teh hijau dan memulai program daur ulang ampas daun teh sejak tahun 2000. Ampas daun teh dicampur dengan bahan-bahan lain dan kemudian diproduksi kembali menjadi produk papan dan kertas, saat ini hasil daur ulang telah dipasarkan ke sekitar 150 perusahaan yang bergerak di bidang material rumah.
Ito En mengungkapkan permintaan terhadap produk daur ulangnya terus meningkat, terutama produk papan yang digunakan untuk “tatami”. Lebih lanjut Ito En berencana menjadikan produk papan daur ulang dari ampas daun teh tersebut sebagai produk unggulan perusahaannya.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| BERITA SOSIAL & PENDIDIKAN LAINNYA |
BERITA TERKINI
- Kabinet PM Abe Targetkan Kenaikan Tingkat Kelahiran
- Jumlah Penumpang Maskapai Murah Terus Naik
- 66.000 Perusahaan Tak Laporkan Penerimaan Kena Pajak
- Mayoritas Produsen Otomotif Cetak Laba Bersih
- Canon imagePROGRAF, Printer Untuk Cetak Cepat
- PM Abe Siapkan Strategi Baru Penanganan Demensia
- Aki Bermasalah Mitsubishi Fuso Recall 30.000 Unit Canter
- Bank Sentral Upayakan Target Inflasi 2% Tercapai