BINUS University Gandeng ASO School Buka Sekolah Teknik Terapan
Jumat, 30 Januari 2015 10:02
(Jakarta) Perkembangan teknologi global dalam beberapa tahun terakhir, mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga kerja yang kompeten. Guna merespon kebutuhan itu Universitas Bina Nusantara (BINUS) bekerjasama dengan ASO College, Akademi Pelatihan Profesional dan Teknis asal Kota Fukuoka mendirikan Binus ASO School of Engineering (BASE).
"BASE mencoba mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk siap menghadapi AFTA 2015. Jangan sampai anak bangsa malah jadi penonton di negeri sendiri," papar Ho Hwi Chie, Dekan Binus ASO School of Engineering.
Untuk seleksi mahasiswa yang masuk dikedua jurusan ini BASE mengkhususkan calon mahasiswa dari lulusan IPA di SMA-nya. Hal ini dikarenakan lulusan IPA telah memiliki dasar ilmu pengetahuan yang digunakan di BASE.
Selama perkuliahan, para mahasiswa akan dibimbing langsung dengan dosen-dosen asal ASO College, serta mahasiswa BASE juga dibekali pendidikan bahasa Jepang, guna meningkatkan kompetensi agar dapat magang langsung di Jepang.
"Jadi, di sini ada program internship di waktu antara semester enam dan tujuh. Mereka dikirim ke Jepang untuk merasakan pekerjaan-pekerjaan yang mereka pelajari di BASE," ucap Ho Hwi Chie.
BASE memiliki dua program studi utama, Automotive Robotic Engineering yang berfokus pada otomatisasi dalam bidang kendaraan bermotor,berusaha membuat benda mati, dalam hal ini kendaraan bermotor, memiliki “pikiran” atau intelegensia seperti manusia. Salah satu projek yang sedang digarap adalah prototipe mobil yang mampu melambatkan lajunya dengan otomatis.
Sementara jurusan Product Design Engineering berfokus pada pemecahan masalah dengan berlandaskan ilmu teknik industri agar hasil inovasi bernilai guna tinggi.
Untuk peluang kerja, kedua jurusan tersebut terbuka lebar bagi lulusan BASE, "Artinya, pasarnya sebetulnya ada.
“Ada harapan bagi orang-orang Indonesia, bahkan dunia, untuk memaksa membeli barang-barang dari luar negeri. Nah, kenapa kita tidak ciptakan sendiri. Cuma, ilmu-ilmu robotik ini masih kurang mendapatkan perhatian, dan kita malah fokus pada ilmu-ilmu dasar," lanjut Ho Hwi Chie.
Lulusan BASE dengan jurusan Automotive Robotic Engineering dapat mengisi posisi kerja sebagai product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer.
Sementara lulusan product design engineering diharapkan mampu menjadi product planning engineer, project design engineer, digital modeler engineer, digital product engineer, dan applied product manufacturing.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

