Satu Dekade KKN Mahasiswa Hiroshima di Yogyakarta
Rabu, 02 November 2016 13:22
(Yogyakarta) Dua bulan setelah gempa Yogyakarta di 2006, mahasiswa Hiroshima University of Economics (HUE) mengirimkan satu kelompok mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah gempa. Selain membantu rekonstruksi bangunan yang rusak karena gempa, para mahasiswa ekonomi itu juga membuat program pemberdayaan. Di antaranya membantu mereka membuat produk-produk kerajinan kulit untuk aksesoris dan batok kelapa yang diolah menjadi peralatan makan masyarakat Jepang.
Kegiatan tahunan mahasiswa HUE ke Yogyakarta itu termasuk dalam program Koudoukan. “Koudoukan adalah salah satu program pendidikan di HUE yang bertujuan mengembangkan ketrampilan dan sumber daya mahasiswa. Di sini ketrampilan komunikasi, spirit tantangan, inisiatif dan ketrampilan manajemen stres diasah,” ujar staf universitas yang mendampingi para mahasiswa di Yogyakarta pada 2-16 September lalu, Yamate Takahiro.
Sejak awal program di 2006, KKN dari Jepang ini dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada yang menjadi sister university HUE.
Untuk program 2016, para mahasiwa melakukan program pemberdayaan masyarakat yang mengangkat tenun lurik di desa Mundon, Yogyakarta. Tenun lurik digunakan sebagai bahan untuk membuat baju tradisional yang dipakai sehari-hari di Yogyakarta dan sekitarnya. Semakin sedikitnya masyarakat yang masih memakai baju tradisional membuat kain lurik semakin ditinggalkan.
“Kami membantu memproduksi dan menjual produk yang menggunakan tenun lurik dengan konsep fair trade. Dalam hal ini kami juga bekerja sama dengan perusahaan asal Yogyakarta bernama Lawe,” kata Yamate. Kain-kain lurik yang cantik itu kemudian diolah menjadi aneka tas dan dompet dengan disain unik dan moderen.
Barang-barang kerajinan berbahan kain lurik ini antara lain dipamerkan dan dapat dibeli di Hotel MM UGM dan toko milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
