Jalur Pejalan Rainbow Bridge Tampilkan Pemandangan Unik Tokyo

Rainbow bridge atau Jembatan Pelangi di Teluk Tokyo adalah salah satu simbol atau landmark kota Tokyo, namun tidak banyak yang tahu mengenai keberadaan jalan di jembatan itu yang memberikan pemandangan menarik teluk dengan latar belakang gedung pencakar langit, termasuk pulau benteng yang dibangun pada abad 19 guna mengantisipasi armada kapal perang Amerika Serikat yang memaksa Jepang untuk membuka diri.



Jembatan yang berlokasi di kota Minato, Tokyo ini, dengan panjang 798 meter menghubungkan Dermaga Shibaura dan pulau Odaiba, memiliki dua tingkat dengan bagian untuk pejalan kaki berada dibagian bawah berbagi dengan jalur kerta Yurikamome. Sedangkan bagian atas digunakan untuk jalan tol Shuto.


Shibaura Anchorage, sekitar lima menit berjalan kaki dari stasiun Shibaura Futo, menjadi pintu masuk ke jalur pejalan kaki yang mulai dibuka dari pukul 9 pagi sampai 9 malam selama bulan April sampai Oktober, dan mulai pukul 10 pagi sampai 6 malam antara bulan November sampai Maret, dan untuk melewatinya pengunjung tidak dikenakan biaya.


Sebagian besar pengunjung yang melakukan jogging dari arah utara ke selatan jembatan, mereka mengagumi pemandangan serta sekaligus mengambil gambar sejumlah landmark seperti Tokyo Tower dan kawasan Roppongi Hills. Pada bagian tengah jalur pejalan kaki, ketinggiannya sekitar 50 sampai 60 meter diatas permukaan laut.


Para pejalan kaki juga dapat melihat sejumlah kawasan yang menandai perubahan Tokyo. Seperti kawasan Ariake, yang rencananya akan menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan pada Olimpiade Tokyo 2020. Selain itu, Pasar Ikan Toyosu juga akan mulai dibuka pada November tahun ini menggantikan Pasar Ikan Tsukiji.


Terminal Kapal Penumpang Harumi juga dapat dilihat dari jalur pejalan kaki yang panjangnya 1.7 kilometer, dan rencananya di kawasan itu akan dibangun perkampungan atlit untuk Olimpiade 2020.


Tokyo Skytree, menara penyiaran tertinggi didunia yakni sekitar 634 meter, terlihat menjulang diantara gedung pencakar langit. selain itu juga dapat terlihat pesawat yang sedang lepas landas dari Bandara Haneda.


Bagian selatan jalur pejalan kaki menampilkan pemandangan ke daerah wisata Odaiba serta kantor pusat Fuji TV, namun ditengah keduanya terdapat Daisan Daiba, pulau kecil buatan manusia yang dibangun tahun 1854 yakni pada jaman Edo, guna melindungi Edo, atau Tokyo pada saat ini dari serangan Laksamana Perry yang mendesak agar Jepang merubah kebijakan isolasinya dan membuka pelabuhannya untuk berdagang dengan Amerika Serikat.


Guna melindungi Edo dari serangan Perry, maka segera dibuat benteng di sejumlah pulau di sekitar Teluk Tokyo, termasuk Daisan Daiba atau Meriam Nomor 3 karena dipulau itu ditempatkan meriam untuk melakukan serangan ke kapal yang datang.


Jalur pejalan kaki di Rainbow Bridge ditutup setiap hari Senin pada minggu ketiga dan jika terjadi angin kencang sepanjang hari.