Museum Kereta Kyoto Targetkan 1.3 Juta Pengunjung
Rabu, 25 May 2016 20:04
(Kyoto) Museum kereta yang baru dibuka pada akhir April di Kyoto, yang berada di lahan seluas 3 hektar dan menampilkan 53 jenis kereta dari lokomotif uap sampai kereta peluru, menargetkan 1.3 juta pengunjung di tahun pertama.
Museum yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Kyoto dan dikelola JR West ini dibuka mulai dari pukul 9 pagi setiap hari, kecuali hari Rabu, dan didalamnya pengunjung dapat belajar mengenai mekanisme pantagraf dan konektor kereta dengan melihat langsung perangkat aslinya.
Selain itu juga ditampilkan diorama terbesar di Jepang yang berisi kereta miniatur yang dikendalikan oleh operator terlatih melewati lanskap yang rinci. Serta ada berbagai eksebisi interaktif dan para pengunjung dapat menjalankan tugas sebagai kondektur kereta dan menjalankan kereta pada simulator.
Di lantai dua terdapat restoran, dan diatasnya ada dek pengamatan. Dari kedua tempat itu para pengunjung dapat melihat kereta yang melintas di sepanjang jalur JR Kyoto dan Tokaido Shinkansen.
Disamping bangunan utama, terdapat gedung yang menampilkan jejeran lokomotif uap yang masih terpelihara, dan para pengunjung dapat ikut mencoba naik lokomotif uap di jalur sepanjang 1 kilometer, yang dikenakan biaya tambahan sekitar 300 yen.
Selanjutnya tidak jauh dari pintu keluar Museum terdapat Gedung Stasiun Nijo, yang merupakan bangunan gaya lama yang direlokasi dari Stasiun Nijo pada tahun 1997. Gedung yang aslinya dibangun pada tahun 1907, merupakan yang tertua dan mempunyai kekhasan tersendiri, sebelum menyebarnya penggunaan beton dalam pembangunan stasiun kereta.
Sebelumnya sudah ada dua Museum kereta di Jepang, yakni Museum Kereta di Saitama yang dikelola JR East, dan SCMAGLEV and Railway Park di Nagoya yang dikelola JR Central.
Harga tiket masuk untuk dewasa 1.200 yen, sementara untuk pelajar SMA dan Mahasiswa 1.000 yen, untuk pelajara SD dan SMP dikenakan biaya 500 yen, sedangkan untuk anak mulai usia 3 tahun 200 yen.
