Lapangan Kerja Di Jepang Menunjukkan Penurunan Di Bulan April
Rabu, 01 Juni 2011 00:51
(Tokyo-Jepang) Kementerian Dalam Negeri, dan Komunikasi (Soumu Shou/MIC) Selasa (31/05) mengungkapkan, lapangan kerja di Jepang menunjukkan penurunan paska terjadinya bencana gempa bumi, dan tsunami.
Tingkat pengangguran disesuaikan dengan faktor musim, naik 4,7 persen pada April 2011, dari 4,6 persen dari sebelumnya, atau 40.000 orang dipecat dari pekerjaan mereka. Berdasarkan laporan awal MIC, jumlah pengangguran bertambah 20.000 orang menjadi 29,2 juta jiwa.
Menteri Tenaga Kerja, Hasokawa Ritsuo memaparkan dalam konferensi pers, "saya khawatir situasi akan menjadi lebih serius." Tingkat pengagguran berada dalam posisi yang dianggap tinggi oleh Pemerintah.
Menteri Hasokawa tidak dapat mengadakan survei di prefektur Iwate, Miyagi, dan Fukushima karena bencana 11 Maret silam, sehingga mengindikasi keadaan tenaga kerja di Jepang kemungkinan dalam keadaan terpuruk.
Data terpisah menunjukkan, ketersediaan lapangan kerja di Jepang semakin buruk, dengan rasio tawaran kerja dibanding pelamar, merosot 0,61 pada April, dari 0,63 pada Maret, yang merupakan penurunan pertama dalam 17 bulan terakhir. Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (Kousei Roudou Shou/MHLW), hal ini menjelaskan, bahwa 61 pekerjaan ditujukan bagi setiap 100 orang pelamar.
Sementara itu, situasi tenaga kerja di prefektur Miyagi makin ketat, karena jumlah pencari kerja menjadi dua kali lipat lebih banyak, daripada pekerjaan yang ditawarkan.
Takemoto Ryota, ahli ekonomi Nomura Securities Co. dalam laporannya menjelaskan, data pekerjaan pada April 2011 menunjukkan kondisi pekerja buruk, tercatat karena lingkungan yang makin buruk, baik dalam sektor produksi, dan non produksi sejak akhir tahun lalu.
Namun Takemoto menambahkan, 'pada awal merosotnya jumlah lapangan kerja, hal ini bisa disebabkan kendala pada produsen, dan kurangnya pasokan listrik, sehingga kondisi pekerjaan mulai meningkatkn penawaran baru lebih banyak.
Tingkat pengangguran pada pria, tetap pada lima persen, sementara pada tingkat perempuan naik menjadi 4,2 persen, dari 4,1 persen peningkatan pertama dalam dua bulan terakhir.
Jumlah orang yang memiliki pekerjaan sebelumnya sebanyak 56,69 juta jiwa, kemudian sejak Maret 2011 turun sebesar 140.000 orang selama dua bulan berturut-turut.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|