Update Terakhir: 05:06 - 27 Jun 2011.

PM Kan Berhasil Selamat Dari Mosi Tidak Percaya, Namun Siap Mengundurkan Diri Dalam Waktu Dekat

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

(Tokyo-Jepang) Perdana Menteri Kan Naoto berhasil lolos dari mosi tidak percaya (Naikaiku Fushinnin Ketsugi An) Kamis (02/05) yang diajukan melalui Majelis Rendah (Shu Giin), setelah mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri bila sudah ada perkembangan positif dari upaya penyelesaian krisis nuklir, dan pembangunan kembali Jepang paska terjadinya bencana gempa, dan tsunami pada 11 Maret silam.

Pengumuman yang disampaikan PM Kan mengenai masa depan karir politiknya, setelah satu tahun memimpin Jepang, membuat sejumlah anggota Majelis Rendah yang awalnya juga berniat mendukung mosi tidak percaya, segera berubah pikiran.

"Saya ingin generasi muda mengambil alih, setelah saya menunaikan semua kewajiban," ujar PM Kan dalam rapat internal Partai Demokrat (Minshu Tou/DPJ) menjelang pengajuan mosi tidak percaya.

Sampai sebelum disampaikannya pengumuman oleh PM Kan, sejumlah besar anggota parlemen dari DPJ, khususnya yang punya hubungan dekat dengan mantan Ketua Umum DPJ Ozawa Ichiro, berencana mendukung pengajuan mosi tidak percaya, yang disponsori Partai Liberal Demokrat (Jimin Tou/LDP).

Bila mosi tidak percaya diterima, maka PM Kan dipaksa memilih, apakah membubarkan kabinetnya, atau membubarkan Majelis Rendah, dan melaksanakan pemilihan anggota Majelis Rendah.

Saat ini, timbul kontroversi baik di dalam DPJ, maupun LDP, mengenai kapan PM Kan seharusnya mengundurkan diri, karena sukarnya menilai kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi hasil dari upaya rekonstruksi yang sedang berjalan.

PM Kan membiarkan waktu pengunduran dirinya tetap ambigu, dengan menyatakan akhir masa jabatannya sebagai Perdana Menteri, yakni bila prospek pembangunan kembali Jepang sudah terlihat jelas.

Hatoyama Yukio, Mantan Perdana Menteri Jepang sebelum Kan, menjelaskan kepada media, bahwa sudah ada kesepakatan sebelumnya PM Kan mengundurkan diri saat formulasi anggaran tambahan kedua tahun fiskal 2012, untuk mendapatkan pendanaan bagi program paska bencana sudah ada kejelasan, yang berarti bisa ditafsirkan PM Kan mengundurkan diri paling cepat pada musim panas tahun ini.

Namun di dalam DPJ, timbul perbedaan penafsiran mengenai waktu pengunduran diri PM Kan.

Sekretaris Jenderal DPJ Okada Katsuya menyatakan, yang dimaksudkan dalam kesepakatan antara PM Kan, dan Hatoyama Yukio, yakni formulasi anggaran merupakan faktor penting, namun bukan persyaratan untuk mengundurkan diri.

Sebelum voting untuk mosi tidak percaya, Ozawa, dan sekitar 50 orang anggota Majelis Rendah DPJ yang dekat dengannya, siap untuk memberikan suara, dan ada sejumlah anggota Majelis Rendah dari DPJ lainnya yang juga mendukung.

Namun, pada saat pemberian suara, Ozawa, dan sebagian besar anggota DPJ yang jadi kroninya abstain.

Saat ini, Majelis Rendah didominasi anggota DPJ pendukung PM Kan, namun peluangnya sangat beresiko tinggi bila sekitar 80 orang anggota Majelis Rendah DPJ mendukung pengajuan mosi tidak percaya.

Meski PM Kan bisa selamat dari pengajuan mosi tidak percaya, DPJ tampaknya semakin melemah, karena perselisihan internal meningkat menjelang pengajuan mosi.

Ozawa, yang kalah dari Kan Naoto dalam pemilihan Ketua Umum pada bulan September 2010, dan sekutunya mengisyaratkan kemungkinan pembentukan partai baru, bilamana mosi tidak percaya ditolak. (YD/KN)