Sistem Petisi DPJ Akan Dirubah, Sejumlah Anggota Parlemen DPJ Khawatir Pengaruh Ozawa Kembali Menguat
Jumat, 23 September 2011 00:53
(Tokyo-Jepang) Dalam upayanya membantu memperkuat pengaruh mantan Ketua Umum Partai Demokrat (Minshu Tou/DPJ) Ozawa Ichiro, rencananya akan segera diluncurkan sistem baru yang dirancang untuk memberikan kekuasaan lebih besar kepada Sekretaris Jenderal Koshiishi Azuma, sekutu dekat Ozawa.
Berdasarkan sistem baru, yang kemungkinan akan dimulai pada akhir pekan ini, kantor Sekretaris Jenderal akan menjadi satu-satunya saluran untuk mengajukan petisi melalui partai yang memerintah, setelah menerima usulan dari kelompok lobi, termasuk pemerintah prefektur, dan pemerintah daerah lainnya.
Sejumlah anggota parlemen asal DPJ kabarnya merasa khawatir dengan perubahan itu, karena kemungkinan Koshiishi dan para pembantunya, yang merupakan pendukung Ozawa, akan mempunyai pengaruh besar dalam masalah kunci partai, sama situasinya saat Ozawa menjabat posisi Sekretaris Jenderal.
Dalam wawancara dengan Yomiuri Shimbun pekan silam, Koshiishi menjelaskan DPJ akan berupaya menangani kelompok lobi, dan dirinya ingin merampingkan prosedur pengajuan petisi guna memberikan tanggapan secepat mungkin.
Orang Nomor 2 di DPJ ini mengisyaratkan, dengan diterimanya petisi melalui kantor Sekretaris Jenderal, akan membantu memperkuat basis kekuasaan pemerintahan Perdana Menteri Noda Yoshihiko.
Dibawah Pemerintahan Perdana Menteri Hatoyama Yukio, pada saat itu Ozawa menjabat posisi Sekretaris Jenderal, kantornya memiliki wewenang untuk menerima semua petisi, dari seluruh negeri, melalui Dewan Pimpinan Daerah DPJ.
Pada saat itu, kantor Sekretaris Jenderal diberdayakan untuk menyampaikan petisi itu secara langsung kepada lembaga pemerintah, dan Kementerian terkait.
Proses petisi yang sangat berpusat pada Ozawa dikritik oleh sebagian besar anggota Parlemen asal DPJ, yang dinilai kurang transparan karena informasi dimonopoli sepenuhnya oleh Ozawa, dan sejumlah pembantunya, seperti Wakil Sekretaris Jenderal.
Setelah Kan Naoto menjabat posisi Perdana Menteri pada bulan Juni 2010, DPJ membentuk "Kantor penerimaan dan tanggapan petisi" yang diisi sejumlah unit dalam partai dan dibawah koordinasi Sekretaris Jenderal, bertujuan membuat proses lobi menjadi lebih terbuka.
Namun Kantor itu gagal berfungsi dengan layak, karena tidak lebih dari sekedar "mekanisme untuk mengalokasi petisi ke berbagai organisasi di dalam partai tanpa mengawasi rincian dari petisi," ungkap salah seorang anggota senior parlemen.
Selain itu, pembagian petisi tidak sepadan. Komisi Korporasi dan External DPJ, yang menangani kelompok lobi bisnis, dan asosiasi dagang, mengurus sekitar 1,000 petisi dalam setahun. Sementara, Komisi yang menangani Dewan Pimpinan Daerah menerima sekitar 3,000 petisi.
Sebagai tambahan, Kantor petisi sangat lamban dalam memberikan tanggapan, "sejauh berdampak merugikan hubungan partai dengan kelompok bisnis, dan Dewan Pimpinan Daerah," ujar seorang sumber didalam DPJ.
Oleh karenanya, dalam sistem baru dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Noda Yoshihiko, Sekretaris Jenderal Koshiishi, yang akan menjadi Kepala Kantor, mempunyai akses dan mengkoordinasikan petisi sebelum menyerahkannya ke kelompok didalam partai, seperti Komisi Riset Kebijakan, dan Komisi Korporasi, dan Eksternal.
Salah seorang sumber memberikan catatan, bahwa rencana itu ditujukan untuk mencegah membesarnya kekuasaan Komisi Riset Kebijakan, yang mempunyai wewenang memberikan persetujuan atau menolak rancangan undang-undang yang disponsori pemerintah, sebelum diajukan ke parlemen.
Meskipun begitu, sistem petisi yang baru telah menimbulkan kekhawatiran diantara anggota DPJ, akan kembali ke situasi pada saat Ozawa menjabat Sekretaris Jenderal, yang waktu itu kantornya lumayan mempunyai peran yang besar dalam mengarahkan urusan partai.
Salah satu catatan penting, bahwa sebagian besar pejabat yang menangani petisi di kantor Sekretaris Jenderal, dan departemen terkait merupakan anggota parlemen yang delat dengan Ozawa.
Dua pembantu terdekat Koshiishi, Wakil Utama Sekretaris Jenderal Suzuki Katsumasa, dan Wakil Sekretaris Jenderal Hidaka Takeshi, yang mengurus lobi, merupakan orang kepercayaan Ozawa.
Selain itu, sebagian besar asisten Sekretaris Jenderal, yang merupakan orang baru di Majelis Rendah, dan Tinggi, adalah para anggota parlemen dengan ikatan kuat ke Ozawa. (YS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|