Dewan Audit Temukan Pembelanjaan 428 Miliar Yen Pajak Negara Tidak Sesuai Ketentuan [08/11-11:18]
Selasa, 08 November 2011 11:18
(Tokyo-Jepang) Dewan Audit Jepang (Board of Audit of Japan/Kaikei Kensain) Senin (07/11) mengumumkan, pembelanjaan dana pajak oleh Kementerian, dan lembaga negara yang tidak sesuai pada tahun fiskal 2010 mencapai 555 kasus dengan nilai keseluruhan 428,38 miliar yen, atau tertinggi kedua.
Setelah membatalkan beberapa inspeksi di kementerian, dan pemerintah kota di daerah bencana yang dilanda gempa, dan tsunami Maret silam, Dewan Audit berencana melaksanakan survei nasional mengenai upaya sementara penanganan gempa, serta menyelidiki anggaran program rekonstruksi, yang telah tercantum dalam laporan tahunan yang disampaikan kepada Perdana Menteri Noda Yoshihiko.
Dewan Audit mencatat, ada properti senilai 17,6 miliar yen yang dimiliki 15 universitas negeri tidak dimanfaatkan, maupun dijual, kecuali adanya penyusunan penggunaan properti tersebut. Salah satunya merupakan properti milik Universitas Tokyo, yang dipertanyakan senilai 15,4 miliar yen.
Terdapat sekitar 425 akun dari total sebesar 14,14 miliar yen, termasuk 430 juta yen akuntansi Kedutaan Besar Jepang di Swiss antara tahun 2005 hingga 2010.
Kemudian, Dewan juga mempertanyakan tranparansi kontrak senilai 38 juta yen yang tidak jelas penggunaannya antara Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) dengan perusahaan konsultan pimpinan Daniel Goldin, mantan administrator Badan Antariksa Nasional (National Aeronautics and Space/NASA) Amerika Serikat pada tahun fiskal 2006 hingga 2009.
Sementara jumlah pembelanjaan, dan pengeluaran yang tidak sesuai mencapai rekor tertinggi 1,79 trliun yen pada tahun fiskal 2009. Saat ini Jepang tengah memperdebatkan menaikkan pajak, guna membiayai rekonstruksi paska bencana 11 Maret silam.(IM/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|