PM Noda : "Tanpa Kenaikan Pajak Jepang Tidak Miliki Masa Depan"
Senin, 16 Januari 2012 21:23
(Tokyo-Jepang) Perdana Menteri Noda Yoshihiko Senin (16/01) menegaskan pentingnya pembahasan antara partai yang berkuasa dengan kubu oposisi mengenai rencana kenaikan pajak, dan menyatakan Jepang tidak akan mempunyai masa depan kecuali para anggota parlemen terus mendorong dilakukannya reformasi pajak dan jaminan sosial yang terintegrasi.
PM Noda juga menegaskan dalam pidatonya saat menghadiri konvensi tahunan Partai Demokrat (Minshu To/DPJ) bahwa kabinetnya akan berupaya maksimal untuk mengurangi jumlah anggota parlemen dan mengurangi gaji pegawai negeri sebagai prasyarat kenaikan pajak.
Selain itu PM Noda juga mendesak kubu oposisi untuk bekerjasama dalam pembahasan rencana kenaikan pajak.
Pernyataan PM Noda disampaikan setelah dilakukannya reshufle kabinet terbatas pada Jumat pekan silam, guna memuluskan pembahasan lanjutan dengan kubu oposisi mengenai rencana kenaikan pajak.
Partai oposisi utama, seperti Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP) dan sejumlah partai kecil lainnya enggan melakukan pembahasan dengan DPJ terkait isu pajak, dengan alasan usulan PM Noda untuk menaikan pajak melanggar janji kampanye DPJ menjelang pemilihan anggota Majelis Rendah tahun 2009.
Selanjutnya, dalam konvensi tahunan DPJ, ditetapkan periode jabatan Ketua Umum diperpanjang dari dua tahun menjadi tiga tahun, dan keputusan ini akan berlaku bagi pemenang pemilihan Ketua Umum DPJ yang dijadwalkan pada bulan September mendatang.
Selain itu, juga disepakati bahwa anggota DPJ selain warga Jepang tidak diperbolehkan memberikan suara dalam pemilihan Ketua Umum. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|