Pengusaha Internet & Venture Capitalist Jepang Tampil Dalam Boost Conference di Hotel Intercontinental Jakarta
Rabu, 18 Januari 2012 07:22
(Jakarta-Indonesia) Sejumlah pengusaha internet dan pemodal ventura (venture capitalist) asal Jepang Selasa (17/01) di Hotel Intercontinental Jakarta Pusat tampil menjadi pembicara dalam Boost Conference, kegiatan nirlaba yang ditujukan membantu perusahaan pemula (start up) bidang internet Indonesia untuk lebih berkembang.
Sano Akimitsu, yang menjadi pembicara utama Boost Conference adalah pendiri dan CEO Cookpad, perusahaan yang terdaftar di Bursa Tokyo (TSE) dan pengelola komunitas bertukar resep terbesar di dunia dengan jumlah anggota terdaftar sebanyak 10 juta orang, dan 1 juta orang kontributor resep.
Dalam kesempatan wawancara dengan Halo Jepang!, Sano menyarankan agar perusahaan pemula internet di Indonesia harus punya kekhasannyasendiri, jangan meniru perusahaan yang sudah ada di Jepang, Amerika Serikat atau Singapura.
Selain itu, Sano juga menjelaskan melalui kegiatan seperti ini, perusahaan internet pemula di Indonesia mempunyai peluang untuk belajar dari perusahaan internet Jepang, dan begitu juga sebaliknya.
Pembicara lain dari Jepang yakni Maeda Hiro, Pendiri, dan Managing Director Open Network Labs,
Tsutsumi Tatsuo, Partner Gree Ventures, Sato Teruhide Presiden Direktur dan CEO netprice.com Ltd, Mizuguchi Tetsuya Co-founder, dan Chief Creative Officer Q Entertainment.
Ari Awan, salah seorang pemrakarsa Boost Conference, yang juga Chief Executive Officer (CEO) Flutterscape yang berbasis di Tokyo menjelaskan, awalnya sejumlah pengusaha internet dan venture capitalist Jepang meminta bantuan karena mereka berniat berinvestasi di perusahaan internet pemula di Indonesia.
"Sering saya tanya balik ke mereka, mau invest dimana dan visi investnya itu untuk apa, serta berapa dana yang akan dialokasikan, apa memadai untuk lima tahun atau sepuluh tahun, karena kalau tidak sebaiknya jangan masuk ke Indonesia," ujar Ari. "Karena kalau mau investasi di perusahaan internet di Indonesia lebih baik di bidang infrastruktur, dan untuk masuk perlu dana besar, yang kisarannya jutaan dolar AS, tidak mungkin dengan dana terbatas, atau untuk menjadi inkubator bisnis bagi perusahaan internet pemula."
Menurut Ari, meski sudah diberi penjelasan seperti itu, beberapa dari pengusaha internet dan venture capitalist Jepang itu terus menanyakan kemungkinan investasi di Indonesia, oleh karenanya dia kemudian melakukan survei awal dengan mengunjungi satu persatu perusahaan internet yang ada di Indonesia, dan menarik kesimpulan belum ada yang potensial untuk mendapat investasi, tapi perlu untuk diedukasi, karena masih tahap awal sekali.
"Perusahaan internet pemula di Indonesia saat ini, memulai bisnis tanpa ada visi, dan rencana bisnis, karena rata-rata pendiri perusahaan latar belakangnya teknisi, mereka hanya fokus pada coding, singkatnya mereka buat usaha karena tampaknya keren, tapi setelah itu akan melangkah kemana, itu tidak terpikirkan, bagaimana visi bisnis, dan pengembangan selanjutnya mereka kurang paham," ungkap Ari. "Jadi awalnya niat untuk buat venture fund (dana ventura), tapi akhirnya saya manfaatkan dananya untuk selenggarakan Boost Conference, yang diharapkan bisa berlanjut sebagai ajang untuk mengedukasi perusahaan internet pemula di Indonesia agar lebih bisa berkembang dan juga agar perusahaan siap menerima investasi dari para pemilik modal."
Selanjutnya Ari juga menjelaskan bahwa para pembicara asal Jepang yang tampil dalam Boost adalah para veteran Bit Valley (Sillicon Valley versi Jepang yang berlokasi di dekat Stasiun Shibuya Tokyo), yang pernah merasakan bagaimana pengalaman menjadi "struggling entrepreneur" dan ketika sudah berhasil, mereka ingin bantu perusahaan internet pemula lainnya, dan berbagi pengetahuan. "Jadi ketika mereka melihat ada entrepeneur yang perlu bantuan, mereka siap bantu dengan senang hati."
Menurut Ari, awalnya agak sulit untuk meyakinkan para pembicara asal Jepang untuk hadir, karena mereka tidak tahu mengenai Indonesia, tapi saya bersama Ryu Kawano, salah seorang pemilik Biz Net, dan Aldi Haryopratomo, kita bertemu di Universitas Harvard membahas cara untuk mendekati para calon pembicara, akhirnya disepakati penjelasan yang diberikan kepada para pembicara potensial ialah, apakah mereka bersedia berbagi pengetahuan dan bantu kami laksanakan kegiatan ini, ternyata tanggapannya lumayan bagus.
Ari berharap acara ini bisa menjadi ajang tahunan, selain itu juga akan dilaksanakan tiga acara kecil selama tahun 2012, yang nantinya akan menampilkan sejumlah pembicara baik dari dalam maupun luar negeri yang memang diinginkan oleh para pengusaha internet pemula di Indonesia. (Arry Raymond)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|