PM Noda Janji Akhiri Politik Keragu-raguan & Realisasikan Kenaikan Pajak Penjualan
Rabu, 25 Januari 2012 03:19
(Tokyo-Jepang) Perdana Menteri Noda Yoshihiko saat menyampaikan pidato pembukaan masa sidang parlemen tahun 2012 pada Selasa (24/01), menyatakan segera mengakhiri politik yang penuh keragu-raguan dan berjanji mengupayakan kenaikan pajak penjualan, meski partai yang memerintah tidak didukung jumlah suara memadai di parlemen.
Dalam pidatonya, PM Noda kembali menghimbau agar dilakukan pembicaraan antara partai yang memerintah dengan kubu oposisi guna membahas rencana kenaikan pajak untuk membiayai anggaran jaminan sosial, dengan mengutip pernyataan yang disampaikan Perdana Menteri Fukuda Yasuo dari Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP) pada tahun 2008, menekankan pentingnya agar partai yang memerintah dan kubu oposisi melakukan diskusi mendalam didasarkan pada hubungan saling percaya, dan keputusannya digunakan untuk pelaksanaan pemerintahan.
Selanjutnya PM Noda juga menjelaskan Jepang saat ini menghadapi banyak sekali tantangan, termasuk memulihkan kesehatan fiskal, dan melakukan rekonstruksi di daerah yang dilanda bencana gempa, dan tsunami, untuk itu PM Noda mendesak anggota parlemen dari oposisi untuk bekerjasama guna mencapai ketetapan politik.
PM Noda menambahkan, sejumlah mantan Perdana Menteri dari LDP secara konsisten menekankan pentingnya membangun sistem jaminan sosial yang berkelanjutan, dan mempertanyakan kenapa kini LDP menolak permintaan DPJ untuk melakukan pembicaraan lintas partai untuk membahas kenaikan pajak penjualan.
Sementara untuk sektor ekonomi, PM Noda menyatakan pemerintah akan melakukan kerjasama kemitraan dengan sejumlah negara, seperti melakukan pembicaraan dengan beberapa negara untuk membahas rencana keikutsertaan Jepang dalam dialog kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership (TPP).
PM Noda juga mengungkapkan keinginannya untuk mendorong lebih cepat negosiasi perdagangan bebas diantara Jepang, Cina, dan Korea Selatan, serta menargetkan penciptaan kawasan perdagangan bebas yang lebih luas, termasuk ASEAN.
Dibidang kebijakan luar negeri, PM Noda menegaskan aliansi keamanan AS-Jepang akan berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik, dan dunia.
PM Noda juga menambahkan, mengenai relokasi pangkasalan udara Korp Marinir di dalam Prefektur Okinawa, Tokyo akan tetap berpegang pada kesepakatan yang tekah dicapai dengan Washington, namun berjanji akan mengurangi beban kawasan itu, yang telah lama menjadi tuan rumah bagi militer AS di Jepang.
Sementara mengenai perkembangan di Korea Utara, paska meninggalnya Kim Jong Ill pada bulan Desember silam, PM Noda mengungkapkan akan terus mencermati dan berjanji berupaya maksimal untuk menyelesaikan isu penculikan warga Jepang oleh pemerintah Korea Utara.
Terkait isu nuklir Iran, PM Noda menjelaskan Jepang akan berupaya terus berkomunikasi dengan Iran melalui jalur diplomatik, dan damai, namun Tokyo juga menyesalkan perilaku Iran.
PM Noda menambahkan, Jepang yang miskin sumber daya alam, akan bertindak selayaknya dalam berinteraksi dengan negara lain, dan mempertimbangkan dampak isu nuklir Iran terhadap pasar minyak mentah dunia, dan bagi ekonomi Jepang. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|