Penyulih Suara Karakter Naruto Hadir di Japan Fair Unsada Ke-13
Senin, 13 Februari 2012 11:18
(Jakarta-Indonesia) Himpunan Sastra Jepang (HIJANSA) Universitas Darma Persada (Unsada), Sabtu (11/02) dan Minggu (12/02) menyelenggarakan Japan Fair ke-13 di Kampus Unsada Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang menghadirkan pengisi suara karakter Naruto dan animasi lainnya dalam 'Workshop Seiyuu' (dubber).
"Kami ingin memperkenalkan diri dan dunia sulih suara kepada masyarakat luas, serta memberikan pengetahuan kepada khalayak mengenai sisi menarik menjadi pengisi suara," ujar Hanna Bahagiana (40 tahun), pengisi suara Naruto yang berkarir sejak tahun 1995.
Workshop seiyuu yang pertama kali diselenggarakan Japan Fair dihadiri sekitar 50 orang, dan mengundang sejumlah penyulih suara dari karakter animasi Jepang lainnya, seperti Suneo (Doraemon), Kenshin Himura (Samurai X), Hamtaro, dan Misaki (Captain Tsubasa).
Tidak hanya Naruto, Hanna juga mengisi suara untuk berbagai karakter animasi lainnya seperti Luffy (One Piece), Hutchi (Honey Bee Hutch), Gerald (Hey Arnold), Woody (Woody Woodpecker), Kemumaki (Ninja Hatori), Boots (Dora The Exproler), Stan (Hamtaro).
"Pertama kali terjun ke dunia sulih suara, saya mengisi suara untuk serial telenovela yang saat itu sedang populer dan banyak ditayangkan di stasiun televisi Indonesia. Kemudian, saya mulai tertarik mengisi suara untuk animasi karena lebih banyak jenis suara yang bisa digali," ujar Hanna disela-sela acara Japan Fair pada Minggu (12/02).
Lebih lanjut Hanna menjelaskan, untuk menjadi penyulih suara diperlukan kreatifitas untuk menyesuaikan jenis suara dengan karakter yang dimainkan. "Jadi tidak hanya sekedar membaca dan bicara, namun juga latihan memahami karakter yang akan disulihsuarakan," tambahnya.
"Saya mulai tertarik menjadi pengisi suara sejak masih SD dan gemar menonton film animasi. Sekarang, saya juga sedang menekuni bidang ini supaya bisa menjadi pengisi suara profesional. Saya ingin sekali mengisi suara untuk karakter Beatrice dalam animasi Umi Neko. Menjadi pengisi suara tidak semudah yang saya pikir sebelumnya," ujar Soraya (20 tahun), mahasiswi Sastra Jepang Univesitas Padjajaran.
"Tidak hanya sekedar mengenal kisah animasinya saja, workshop ini memperkenalkan orang-orang yang bekerja di balik layar. Nantinya, workshop seiyuu diharapkan bisa diselenggarakan setiap tahun," ujar Grace Fransiska (22 tahun), ketua panitia Japan Fair 2012.
Japan Fair yang rutin digelar setiap tahun menampilkan serangkaian acara kebudayaan Jepang, seperti lomba cosplay, pidato, roleplay, band a la Jepang, mochitsuki (tradisi membuat kue beras), hanabi (kembang api), Bon odori (tarian Bon) dan sejumlah workshop antara lain chanoyu (upacara minum teh), bela diri Kendo, dan tari Bali. Selain itu, Japan Fair menghadirkan sekitar 42 booth yang menjual berbagai jenis makanan khas Jepang, pakaian, hingga aksesoris. (Yuki)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|