Update Terakhir: 12:53 - 23 Mar 2012.

Maskapai Murah Pertama Jepang Mulai Penerbangan Perdana Dari Bandara Kansai

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

(Osaka-Jepang) Peach Aviation Ltd, yang merupakan maskapai penerbangan murah pertama Jepang, sejak Kamis (01/03) mulai beroperasi melayani jalur domestik, yang membuat persaingan antara perusahaan transportasi darat dan udara di Jepang semakin meningkat.

Peach Aviation, yang memposisikan perusahaannya sebagai "Kereta terbang," mempromosikan layanannya kepada konsumen dengan menawarkan tiket murah, dan disaat bersamaan mengurangi biaya pengeluaran dengan menyediakan layanan minimalis, dan mengenakan biaya bagi konsumen untuk layanan ekstra seperti makanan, dan selimut.

Penerbangan perdana Peach, yang berbasis di Bandara Internasional Kansai di Prefektur Osaka, lepas landas pada Kamis pagi menuju Bandara New Chitose dekat kota Sapporo, Prefektur Hokkaido.

Untuk rute Bandara Kansai - New Chitose, Peach menyediakan tiga penerbangan dalam sehari, dan untuk rute Bandara Kansai - Fukuoka empat kali penerbangan dalam sehari.

Namun karena mesin check in otomatis sedang rusak di beberapa bandara, akibatnya kedatangan dua pesawat di penerbangan menuju Sapporo dan Fukuoka ditunda, masing-masing satu jam dan 15 menit.

Nagano Kohei, Mahasiswa Universitas, salah seorang penumpang dalam penerbangan perdana, menyambut baik harga tiket yang murah, dan menyatakan hal itu sangat menarik bagi para mahasiswa.

Harga tiket penerbangan sekali jalan, berkisar dari 4,780 yen sampai 14,780 yen, jauh lebih murah dibanding harga tiket yang ditawarkan All Nippon Airlines (ANA), dan Japan Airline Co (JAL) yang berkisar dari 11,800 yen sampai 41,300 yen.

"Meski ruangan untuk kursi lebih sempit, saya tidak keberatan," ujar Nagano.

Sementara Kikuyama Takako (48 tahun) pegawai perusahaan, yang terbang dari Fukuoka menuju Kansai menyatakan dirinya ingin kembali naik maskapai murah.

"Meski ruangan kursi sedikit lebih sempit, itu bukan masalah karena tidak terlalu lama," ujar Kikuyama. ""Saya bisa pergi kemana saja karena harganya murah."

Untuk rute Kansai-Fukuoka, tiket satu kali jalan mulai dari 3,780 yen sampai 11,780 yen, juga masih lebih murah dibanding harga tiket ANA dan JAL yang harga tiketnya mulai dari 10,000 yen sampai 21,900 yen.

Selain itu, harga tiket yang ditawarkan Peach Aviation juga lebih murah dibanding Kereta Shinkansen, yang harganya sekitar 14,000 yen untuk rute dari stasiun Shin-Osaka di Osaka ke Stasiun Hakata di Fukuoka, dan juga dibanding bus, yang harga tiketnya sekitar 4,000 yen di rute yang sama.

Sejumlah penumpang mengungkapkan rasa bingungnya karena check-in di konter otomatis di Bandara Kansai. "Saya kurang merasa nyaman karena tidak adanya petugas di konter check-in," ungkap Kuwata Katsutoshi (70 tahun).

Peach Aviation Ltd, yang sebagian sahamnya dimiliki ANA, juga berencana membuka rute penerbangan dari Bandara Kansai ke Nagasaki dan Kagoshima pada bulan April, dan mulai bulan Mei membuka rute Kansai - Bandara Incheon, dekat Seoul Korea Selatan.

"Ini merupakan awal era baru industri penerbangan Jepang," ujar Inoue Shinichi, Chief Executive Officer (CEO) Peach Aviation Ltd saat berbicara kepada media di Bandara Kansai.

Presiden Direktur ANA Ito Shinichiro dalam pernyataan tertulisnya menyatakan, "Saya yakin maskapai baru ini akan menimbulkan sensasi besar di Kansai."

Sedangkan untuk mengantisipasi persaingan, Skymark Airlines Inc, menyatakan pada 25 Maret akan meluncurkan tiket murah dengan harga dari 3,800 yen untuk rute Bandara Kansai - Sapporo dan juga ke Bandara Naha di Prefektur Okinawa.

Sementara dua maskapai penerbangan murah lainnya, Jetstar Japan Co, yang merupakan perusahaan patungan JAL, Qantas Group Australia, dan Mitsubishi Corp, serta AirAsia Japan Co, yang juga sebagian sahamnya dimiliki ANA, masing-masing akan memulai penerbangan perdananya pada bulan Juli dan Agustus.

"Maskapai penerbangan baru tampaknya akan memicu maskapai utama memotong biaya tiket," ujar sejumlah pengamat.

"Langkah itu pastinya akan menguntungkan konsumen karena membuat maskapai yang ada saat ini seperti JAL dan ANA menurunkan harga tiketnya," ujar Akai Yoshihisa, Direktur Japan Aviation Management Research. (KN/Arry)