Jepang Akhiri Masa Perburuan Paus Setelah Hasil Tangkapan Lebih Sedikit Dari Target
Jumat, 09 Maret 2012 13:40
(Tokyo-Jepang) Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (Suisan Daijin) Kano Michihiko Jumat (09/03) menyatakan, Jepang telah mengakhiri perburuan paus tahunan yang berlangsung selama tiga bulan, karena hasil tangkapan jauh dibawah target akibat cuaca buruk.
Dalam konferensi pers, Kano menjelaskan jumlah keseluruhan hasil tangkapan sebanyak 267 ekor paus, termasuk 266 paus minke antartika, jauh dibawah target awal yang sebesar 850 ekor, sementara untuk paus fin, target awal sebanyak 50 ekor, namun hanya berhasil mendapatkan satu ekor.
Armada paus Jepang sejak hari Selasa (06/03) telah menyelesaikan operasi berburu paus tepat sesuai jadwal, dan diperkirakan akan sampai di Jepang pada akhir Maret.
Operasi perburuan paus di Samudera Antartika, yang dilakukan dibawah bendera Institute of Cetacean Research, resminya ditujukan untuk kepentingan riset, namun juga diperbolehkan menjual daging paus.
Rendahnya hasil tangkapan musim ini, diperkirakan akan berdampak pada berkurangnya pembiayaan untuk musim perburuan selanjutnya, ungkap Kano dan rencananya Kementerian Pertanian akan melakukan analisa, setelahnya akan memutuskan langkah lanjutan.
Selama musim perburuan paus kali ini, Sea Shepherd Conservation Society, kelompok anti perburuan paus yang berbasis di Amerika Serikat (AS), telah menghalangi operasi armada perburuan paus Jepang sebanyak 11 kali.
Gangguan yang dilakukan Sea Shepherd memaksa armada perburuan paus Jepang mengakhiri perburuan paus tahunan lebih awal dari jadwal, sementara di sisi lain, Badan Perikanan (Fishery Agency) juga mengirimkan kapal pengintai untuk menjaga keamanan armada paus. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|